1 tahun disway

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Tembus Rp17.030 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Tembus Rp17.030 per Dolar AS di Tengah Tekanan Global

--kontan.co.id

JAKARTA.DISWAYMALANG.ID—Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Kamis, 9 April 2026, mata uang Garuda tercatat menyentuh level Rp 17.030 per dolar AS. Angka ini menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di tengah dinamika ekonomi global yang belum stabil.

BACA JUGA:Tim SAR Temukan Puing Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Investigasi KNKT Segera Dimulai

Pelemahan rupiah tidak terjadi secara sendiri. Sejumlah mata uang di kawasan Asia juga mengalami nasib serupa. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian global. Investor cenderung mengalihkan dana mereka ke instrumen yang dianggap lebih stabil, sehingga mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, ikut tertekan.

Salah satu faktor utama yang membayangi pergerakan rupiah adalah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik yang belum mereda memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran pasar. Situasi ini berdampak luas, mulai dari tekanan inflasi global hingga terganggunya rantai pasok energi.

Di sisi lain, penguatan dolar AS juga didorong oleh ekspektasi kebijakan moneter yang ketat. Bank sentral AS masih mempertahankan sikap hati-hati dalam menurunkan suku bunga, sehingga membuat dolar tetap perkasa di pasar internasional. Dampaknya, mata uang lain, termasuk rupiah, semakin sulit untuk menguat.

BACA JUGA:Mengenal Popcorn Brain dan Dampak Tersembunyi di Balik Kebiasaan Scrolling

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh kondisi fundamental ekonomi. Penurunan cadangan devisa Indonesia menjadi salah satu faktor yang mempersempit ruang intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Meski demikian, pemerintah dan otoritas moneter terus berupaya menjaga kepercayaan pasar melalui berbagai kebijakan strategis.

Para analis memproyeksikan pergerakan rupiah masih akan fluktuatif dalam waktu dekat, dengan kisaran di level Rp 17.000 hingga Rp 17.100 per dolar AS. Arah pergerakan ini sangat bergantung pada perkembangan situasi global, terutama terkait geopolitik dan kebijakan ekonomi negara-negara besar.

Meski menghadapi tekanan, sejumlah pihak menilai kondisi ini masih dapat dikelola selama koordinasi antara pemerintah dan bank sentral tetap solid. Stabilitas ekonomi domestik, pengendalian inflasi, serta peningkatan ekspor menjadi kunci penting dalam menjaga daya tahan rupiah ke depan.

Dengan kondisi global yang penuh ketidakpastian, masyarakat dan pelaku usaha diimbau tetap waspada. Fluktuasi nilai tukar tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga berpengaruh terhadap harga barang impor, biaya produksi, hingga daya beli masyarakat secara luas.

BACA JUGA:Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 Turboprop yang Hilang di Pegunungan Maros

Sumber: harian.disway.id