Israel Peringatkan Warga Iran Jangan Naik Kereta, Sinyal Serangan AS akan Dimulai?
Personel militer Israel berjaga di area terbuka dengan latar bendera nasional, di tengah meningkatnya ketegangan regional.-Ilia Yefimovich-AFP--
TELAVIV, DISWAYMALANG.ID--Militer Israel memperingatkan warga Iran agar menghindari penggunaan transportasi kereta api dalam beberapa jam ke depan. Hal ini diduga menjadi sinyal akan adanya serangan terhadap infrastruktur di Iran.
Militer Israel meminta masyarakat Iran untuk tidak bepergian menggunakan kereta pada Selasa (7/4/2026) hingga pukul 21.00 waktu setempat. Imbauan ini disampaikan melalui akun berbahasa Persia.
“Keberadaan Anda di dalam kereta maupun di sekitar jalur rel dapat membahayakan keselamatan Anda,” tulis pihak militer Israel melalui akun resmi mereka di X (Twitter).
BACA JUGA:Trump Kembali Ancam Iran: Buka Selat Hormuz atau 'Neraka' Menimpa Mereka
Peringatan militer Israel kepada warga Iran ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi, sehari setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras terkait rencana serangan terhadap infrastruktur vital Iran.
Trump sebelumnya menyebut “Selasa akan menjadi hari (penyerangan,Red) pembangkit listrik dan jembatan,” yang mengindikasikan potensi serangan terkoordinasi terhadap fasilitas energi dan transportasi.
BACA JUGA:Donald Trump Klaim Berhasil Selamatkan Pilot Kedua F-15E yang Ditembak Jatuh Iran
Dalam konteks itu, imbauan untuk menghindari perjalanan kereta dipandang sebagai sinyal bahwa jaringan perkeretaapian juga berisiko menjadi target, memperluas spektrum ancaman terhadap infrastruktur sipil di Iran.
Di sisi lain, kondisi ini berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat dalam negeri Iran. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi utama yang menghubungkan berbagai kota besar di negara tersebut.
Jika serangan benar terjadi, dampaknya tidak hanya pada sektor transportasi, tetapi juga pada aktivitas ekonomi dan distribusi logistik. Gangguan pada jalur kereta dapat memicu efek berantai terhadap stabilitas domestik.
BACA JUGA:Trump 'Negosiasi' dengan Iran, Netanyahu Telepon Minta Kepentingan Israel Diperhatikan
Dengan meningkatnya eskalasi dan meluasnya target, konflik antara kedua pihak kini memasuki fase yang semakin kompleks. Masyarakat sipil pun kembali menjadi pihak yang paling rentan terdampak dalam situasi ini.(
Sumber: harian disway











