Profesor Aulanni’am dari Universitas Brawijaya Kembangkan Rapid Test Kit untuk Diagnosis Penyakit Hewan
potret Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES memegang My Rapid Teat--prasetya.ub.ac.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Inovasi di bidang kesehatan hewan kembali datang dari akademisi Indonesia. Guru besar Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Aulanni’am drh DES berhasil mengembangkan alat rapid test kit yang mampu mendeteksi penyakit pada hewan secara cepat, praktis. Harganya lebih terjangkau.
Dikutip dari laman resmi UB, Selasa (7/4/2026), alat ini dirancang khusus untuk mendeteksi Feline Panleukopenia, yaitu penyakit infeksius berbahaya yang sering menyerang kucing. Selama ini, proses diagnosis penyakit tersebut umumnya membutuhkan pemeriksaan laboratorium yang memakan waktu cukup lama serta biaya yang tidak sedikit.
Melalui inovasi ini, proses pemeriksaan dapat dilakukan dengan jauh lebih sederhana. Sampel diambil dari feses atau melalui swab pada bagian anus kucing menggunakan cotton bud. Sampel tersebut kemudian dicampur dalam larutan khusus, sebelum akhirnya diteteskan ke alat uji berbentuk strip.
BACA JUGA:UB Terima 3.900 Mahasiswa Jalur SNBP 2026, Kedokteran dan Hukum Jadi Favorit
Dalam hitungan menit, hasil sudah bisa diketahui. Jika muncul dua garis pada alat, hasilnya positif. Jika hanya satu garis kontrol yang terlihat, maka hasilnya negatif. Sementara itu, hasil dianggap tidak valid apabila indikator tidak muncul sesuai ketentuan.
Menurut Prof. Aulanni’am, teknologi yang digunakan dalam alat ini mengadopsi prinsip reaksi antigen-antibodi, metode yang juga digunakan pada berbagai tes diagnostik modern seperti ELISA. Bedanya, alat ini dikembangkan agar lebih praktis digunakan di bidang kedokteran hewan.
“Alat ini kami kembangkan agar tenaga medis hewan dapat melakukan diagnosis dengan lebih cepat tanpa harus menunggu hasil laboratorium yang memakan waktu lama,” ujar Prof. Dr. Aulanni’am, drh., DES, dikutip disway malang dari prasetya.ub.c.id.
BACA JUGA:Perkuat Sport Tourism, Kartini Power Run 2026 Siap Digelar di Kota Batu
Saat ini, penggunaan rapid test kit tersebut masih terbatas pada kalangan dokter hewan dan mitra riset. Selain untuk diagnosis, alat ini juga dimanfaatkan untuk pengumpulan data lapangan guna penyempurnaan produk sebelum dipasarkan secara luas.
Dari segi biaya, inovasi ini dinilai lebih ekonomis dibandingkan metode konvensional, sehingga berpotensi memperluas akses layanan kesehatan hewan, terutama di daerah yang minim fasilitas laboratorium.
Untuk tahap selanjutnya, tim peneliti berencana mendorong tahap komersialisasi dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk institusi dan mitra industri. Harapannya, alat ini dapat menjadi produk unggulan dalam bidang kesehatan hewan sekaligus membuktikan bahwa riset dalam negeri mampu bersaing di tingkat global.
Pengembangan rapid test kit ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara peneliti, mahasiswa, dan institusi pendidikan mampu melahirkan inovasi yang relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga kesehatan hewan peliharaan.
BACA JUGA:UIN Maliki Malang Raih Dua Penghargaan Nasional, Reputasi Global Kian Menguat
Sumber: prasetya.ub.ac.id











