Akibat Korsleting Gardu Listrik, 80 Siswa Peserta TKA dan Guru Panik
Kepala MTs Hasyim Asyari, Bapak Kostradi Mudhakir, S.PdI-Ist-
BATU, DISWAYMALANG.ID–Sekitar 80 siswa yang ikut Tes Kemampuan Akademik (TKA) sesi kedua di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Hasyim Asyari Kota Batu dibuat kaget saat awal melaksanakan TKA. Hal ini karena listrik di sekolah tersebut sempat padam sekitar 10 menit.
BACA JUGA:Selama Pelaksanaan TKA, Sekolah Bebas Menentukan Proses Belajar Kelas 7 dan 8
Kejadian ini sempat membuat rekomendasi panitia dan peserta. Pihak sekolah sempat membuat langkah mengolor kabel untuk mengambil listrik di SMA Hasyim Asyari. Ternyata daya listriknya kurang. Selanjutnya mengeluarkan genset milik sekolah, namun sama dayanya juga kurang.
“Alhamdulillah di antara kebingungan tersebut tidak begitu lama lampu menyala,” kata Kostradi Mudzakir, kepala Madrasah tersebut, Senin (6/4), di sekolahnya ketika dihubungi Disway Malang.
BACA JUGA:TEN Resmi Tinggalkan SM Entertainment, Tetap Berkarier Bersama NCT dan WayV
Diterangkan, kejadian listrik padam tersebut disebabkan adanya korsleting di gardu induk dekat kelurahan. “Sebenarnya sekolah yang terdampak akibat konsleting tersebut ada dua, yaitu MTs dan SD Al Irsyad, namun karena SD belum TKA maka yang menjadi fokus di MTs,” ungkapnya.
BACA JUGA:Belum Tayang di Indonesia, Film 'Ghost in the Cell' Sudah Laku di 86 Negara!
Meski sempat padam, para peserta bisa menyelesaikan TKA karena masih punya cukup waktu.
MTs Hasyim Asyari mempunyai siswa 770 siswa dari seluruh kelas. “Kalau peserta TKA siswa kelas 9 jumlajnya 260 siswa,” terang Kostradi.
Pihak Dinas Pendidikan (Diknas) menginformasikan bahwa sekolah dapat melapor jika membutuhkan bantuan dukungan daya (genset) tambahan untuk kelancaran proses ujian pada hari berikutnya.
"Kami siap jika ada kendala masalah kelistrikan. Di Pemkot ada BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan PUPR yang mempunyai Genset, sewaktu waktu sekolah yang memang ada kendala dengan listrik bisa segera kontek ke Dindik," kata Alfi Nurhidayat, kepala Dinas Pendidikan Kota Batu.
Alfi menambahkan, jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan TKA, Dindik Kota Batu telah bersurat dan berkomumikasi dengan PLN dan provider internet agar saat pelaksanaan TKA tidak ada kendala teknis.
“Kalau terjadi korsleting, itu force majeur. Di luar prediksi, semoga hari ke depan tidak terjadi lagi,” papar Alfi.
Sumber:











