5 April Diperingati Hari Hati Nurani Internasional, Begini Sejarah dan Maknanya
5 April diperingati sebagai Hari Hati Nurani Internasional--iStock
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Setiap tanggal 5 April, masyarakat global memperingati Hari Hati Nurani Internasional (International Day of Conscience). Peringatan ini menjadi momen refleksi yang sangat penting untuk mengingatkan manusia agar selalu mendengarkan suara hati nurani dalam mengambil keputusan, bertindak, serta berinteraksi dengan sesama demi terciptanya tatanan dunia yang harmonis.
Di tengah berbagai konflik, krisis kemanusiaan, dan derasnya arus modernisasi yang kerap mengikis empati, hari peringatan ini hadir sebagai pengingat darurat. Hati nurani adalah benteng pertahanan terakhir moralitas manusia yang mampu menuntun pada jalan kebenaran, keadilan, dan cinta kasih demi kebaikan bersama.
Sejarah dan Alasan Pemilihan Tanggal 5 April
Lahirnya Hari Hati Nurani Internasional tergolong sebagai hari peringatan yang masih cukup baru dalam kalender Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Inisiasi ini berawal dari sebuah kampanye global yang digelorakan oleh Federasi Perdamaian Dunia (FOWPAL), sebuah organisasi non-pemerintah internasional. Mereka gencar mengampanyekan pentingnya hati nurani sebagai kunci utama untuk mencapai perdamaian abadi di berbagai negara.
BACA JUGA:NASA Bagikan Foto Terbaru Bumi dari Luar Angkasa, Diambil Misi Artemis II
BACA JUGA: Mengenal Cara Kerja Otak Perempuan, Ini 9 Fakta Unik yang Jarang Diketahui
Upaya tersebut membuahkan hasil manis ketika Kerajaan Bahrain mengajukan draf resolusi resmi ke hadapan Majelis Umum PBB. Pada 25 Juli 2019, Majelis Umum PBB secara bulat mengadopsi resolusi bernomor 73/329 yang bertajuk Promoting the Culture of Peace with Love and Conscience (Mempromosikan Budaya Damai dengan Cinta dan Hati Nurani).
Melalui resolusi ini, tanggal 5 April secara resmi ditetapkan sebagai Hari Hati Nurani Internasional dan mulai diperingati secara perdana di seluruh dunia pada tahun 2020.
Pemilihan tanggal 5 April sendiri merujuk pada momentum keberhasilan konsolidasi dan deklarasi gerakan tersebut yang puncaknya disahkan pada bulan April. PBB memandang bahwa mempromosikan budaya damai tidak bisa hanya mengandalkan perjanjian politik semata, melainkan harus berakar dari kesadaran spiritual dan moral paling dalam dari setiap individu manusia.
BACA JUGA:BRIN Temukan 51 Spesies Baru Sepanjang 2025, dari Cupang Mulyadi hingga Anggrek Endemik
BACA JUGA:Mengenang Karya Abadi Para Maestro Dongeng Anak di Hari Buku Anak Internasional 2 April
Tema dan Esensi yang Diusung
Secara garis besar, PBB selalu menitikberatkan perayaan ini pada tema inti yaitu Membangun Budaya Damai dengan Cinta dan Hati Nurani. Budaya damai yang dimaksud bukan sekadar kondisi tanpa perang, melainkan sebuah proses partisipatif yang positif di mana dialog selalu dikedepankan dan konflik diselesaikan dengan semangat saling memahami.
Ada beberapa poin krusial yang selalu digaungkan dalam setiap perayaan Hari Hati Nurani Internasional:
- Prinsip Tanpa Kekerasan: Menolak segala bentuk kekerasan fisik maupun psikologis melalui komunikasi yang empatik.
- Penegakan Hak Asasi Manusia: Menghormati kebebasan dan hak-hak dasar setiap manusia tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan golongan.
- Solidaritas Global: Mengikis egoisme pribadi atau kelompok demi membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan atau penindasan.
Sumber: berbagai sumber











