1 tahun disway

Mengenang Karya Abadi Para Maestro Dongeng Anak di Hari Buku Anak Internasional 2 April

Mengenang Karya Abadi Para Maestro Dongeng Anak di Hari Buku Anak Internasional 2 April

2 April diperingati sebagai Hari Buku Anak Internasional--Pinterest

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Setiap tanggal 2 April, dunia memperingati Hari Buku Anak Internasional (International Children's Book Day). Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengampanyekan kecintaan membaca dan memusatkan perhatian pada literatur anak-anak.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi visual, buku cerita tetap memegang peran krusial dalam merangsang imajinasi serta menanamkan nilai-nilai moral sejak usia dini.

Buku anak bukan sekadar sarana hiburan, melainkan jendela pertama bagi anak-anak untuk mengenal dunia luar, memahami emosi, dan membangun empati. Melalui untaian kata dan ilustrasi yang menarik, lembaran-lembaran buku mampu membentuk karakter serta cara berpikir generasi penerus bangsa.

BACA JUGA:Hari Penyiaran Nasional 1 April: Rekam Jejak Sejarah dan Eksistensi Radio di Era Digital

Sejarah Hari Buku Anak Internasional

Gagasan untuk menetapkan suatu hari khusus bagi buku anak-anak pertama kali dicetuskan oleh Jella Lepman, seorang jurnalis dan penulis asal Jerman yang juga pendiri IBBY (International Boards on Books for Young People).

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Lepman sangat vokal menyuarakan bahwa buku anak dapat digunakan sebagai jembatan untuk membangun perdamaian internasional dan pemahaman lintas budaya bagi generasi muda yang terdampak perang.

Akhirnya, pada tahun 1967, IBBY secara resmi menetapkan tanggal 2 April sebagai Hari Buku Anak Internasional. Tanggal ini tidak dipilih secara acak, melainkan untuk memperingati hari lahir Hans Christian Andersen, seorang penulis dongeng asal Denmark yang sangat legendaris. Andersen dianggap sebagai salah satu pelopor terbesar dalam dunia sastra anak yang berhasil mengubah wajah fiksi anak-anak secara global.

Setiap tahun, cabang nasional IBBY dari berbagai negara ditunjuk secara bergiliran untuk menjadi sponsor internasional perayaan ini. Negara yang terpilih akan menentukan tema khusus. Tahun ini, Hari Buku Anak mengusung tema Plant Stories and the World Will Bloom (Tanamlah Cerita dan Dunia Akan Mekar).

BACA JUGA:Hari Menara Eiffel 31 Maret: Menilik Sejarah Ikon Paris dan 9 Spot Foto Terbaik untuk Hasil Maksimal

BACA JUGA:Dua Spesies Anggrek Baru Ditemukan Balai Besar TNBTS di Lereng Gunung Semeru

Maestro Dongeng Dunia dan Indonesia Beserta Karya Abadinya

1. Hans Christian Andersen


Hans Christian Andersen--Charles Dickens Museum

Sumber: berbagai sumber