1 tahun disway

Unisma Perkuat Kolaborasi Indonesia–Malaysia, Fokus Riset dan Kontribusi Perdamaian Global

Unisma Perkuat Kolaborasi Indonesia–Malaysia, Fokus Riset dan Kontribusi Perdamaian Global

Prof Mas’ud Said Direktur Pasca sarjana Unisma--

DINOYO, DISWAYMALANG.ID–Universitas Islam Malang (Unisma) terus memperkuat kerja sama akademik internasional dengan perguruan tinggi di Malaysia melalui kolaborasi riset, pendidikan, dan pengabdian masyarakat lintas negara.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas akademik sekaligus kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global, termasuk isu konflik dan perdamaian dunia.

Direktur Pascasarjana Unisma M Mas’ud Said mengatakan, kerja sama dengan mitra di Malaysia telah berlangsung selama beberapa tahun dan terus diperkuat melalui pertukaran mahasiswa, dosen, serta manajemen kampus.

“Kami sudah saling berkunjung. Mahasiswa, dosen, dan manajemen dari Malaysia datang ke Unisma, dan kami juga ke Malaysia untuk memperkuat kerja sama akademik,” ujarnya, Selasa (31/3).

Mas’ud menjelaskan, kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan riset dan pengembangan studi keislaman yang relevan dengan dinamika global.

Menurutnya, peran akademisi sangat dibutuhkan di tengah meningkatnya konflik global yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

BACA JUGA:Rektor UIN Maliki Tekankan Lonjakan Kualitas, Target Kampus Tembus Reputasi Internasional

“Akademisi harus mampu menghadirkan kajian ilmiah yang berkontribusi pada resolusi konflik dan perdamaian dunia,” tegasnya.

Selain fokus pada riset, kolaborasi Indonesia–Malaysia juga diarahkan untuk memperkuat dampak sosial perguruan tinggi.

Mas’ud menekankan, universitas tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu menyelesaikan persoalan keumatan dan kebangsaan.

“Semua universitas harus memiliki dampak, artinya mampu menjawab persoalan masyarakat,” katanya.

Kerja sama kedua negara juga diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat lintas negara.

Mahasiswa dan dosen dari Malaysia dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial di Indonesia, seperti kunjungan ke pondok pesantren, yayasan sosial, hingga program pembangunan desa melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sebaliknya, Unisma juga mengirim mahasiswa dan dosen ke Malaysia untuk menjalankan program serupa.

Sumber: