1 tahun disway

SPPG Sukoharjo II Dibuka, Pemkot Malang Kebut 87 Titik Layanan MBG

SPPG Sukoharjo II Dibuka, Pemkot Malang Kebut 87 Titik Layanan MBG

Wali Kota Malang Meninjau SPPG Sukoharjo II--

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Malang kembali memperluas layanan pemenuhan gizi dengan meresmikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo II di Kecamatan Klojen, Jumat (27/3). Fasilitas ini menjadi bagian dari penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penggerak ekonomi lokal.

BACA JUGA:Mau Ikut UTBK 2026? Ini Aturan Pakaian dan Sepatu Peserta Laki-Laki, Berikut Perlengkapan yang Wajib Dibawa

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa kehadiran SPPG tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan gizi bagi masyarakat, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang luas.

“Program ini memiliki efek berantai, mulai dari sektor pangan, pertanian, hingga tenaga kerja lokal yang ikut terdampak positif,” ujarnya.

Saat ini, Kota Malang telah memiliki sekitar 25 titik layanan SPPG. Ke depan, jumlah tersebut ditargetkan bertambah hingga 87 titik guna memperluas jangkauan penerima manfaat, khususnya kelompok rentan.

BACA JUGA:Pemkab Malang Tekankan Peningkatan Pelayanan Publik ASN Pasca-Lebaran

Pemkot Malang juga mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber utama kebutuhan program. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah.

“Bahan pangan diupayakan berasal dari potensi lokal agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:Hari Gizi Nasional 25 Januari: Panduan Porsi Makan Sehat untuk Semua Usia

Selain aspek ekonomi, penguatan kualitas dan keamanan pangan juga menjadi perhatian. Pemerintah memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar operasional, termasuk pengawasan kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

Melalui penambahan SPPG, Pemkot Malang menargetkan peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi lokal, menjadikan program ini sebagai salah satu pilar pembangunan sosial di daerah.

Sumber: