Disdikbud Kota Malang Evaluasi Pembelajaran Daring dan Program MBG, Soroti Beban Orang Tua dan Kualitas Menu
Ilustrasi pembelajaran daring--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mengevaluasi rencana penerapan pembelajaran daring serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kebijakan pendidikan tidak menambah beban masyarakat dan tetap berjalan efektif.
Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana menegaskan, penerapan kembali pembelajaran daring perlu dikaji matang dengan mempertimbangkan pengalaman saat pandemi COVID-19.
“Pembelajaran daring berpotensi menambah beban orang tua, baik dalam pendampingan belajar maupun biaya paket data internet,” ujarnya, Rabu (25/3).
Ia juga menyoroti wacana pembelajaran daring yang hanya berlangsung dua hari dalam sepekan. Menurutnya, skema tersebut berisiko mengganggu pencapaian target kurikulum jika tidak diikuti penyesuaian yang tepat.
BACA JUGA:Klojen Jadi Kecamatan Terpadat, Kepadatan Penduduk Kota Malang Tembus 8.029 Jiwa per Km²
“Jika hanya dua hari, harus ada pengaturan ulang jam belajar dan materi agar target kurikulum tetap tercapai,” tegasnya.
Selain itu, Disdikbud juga mengevaluasi pelaksanaan program MBG yang dijalankan di sejumlah sekolah dengan melibatkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian.
Dari hasil sementara, program tersebut dinilai berjalan aman tanpa temuan kasus keracunan maupun gangguan kesehatan pada siswa.
“Sejauh ini tidak ada laporan keracunan atau gangguan kesehatan akibat makanan yang diberikan,” kata Suwarjana.
BACA JUGA:Ekonomi Kabupaten Malang Tumbuh 5,92 Persen, Pemprov Jatim Tekankan Sinergi Pembangunan
Meski demikian, evaluasi mencatat adanya ketidaksesuaian menu makanan di beberapa sekolah dibandingkan dengan rencana awal. Disdikbud meminta perbaikan agar kualitas dan standar menu tetap terjaga.
“Ada laporan menu yang diterima tidak sesuai. Ini menjadi catatan untuk segera diperbaiki,” tambahnya.
Disdikbud Kota Malang menegaskan, hasil evaluasi ini akan dibahas lebih lanjut bersama lintas instansi guna memastikan kebijakan pembelajaran dan program gizi bagi siswa berjalan optimal, efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.
Sumber:









