Israel Rusak Dirudal Iran, Netanyahu Minta Bantuan Negara Lain, Janji Kejar Pemimpin IRGC
Netanyahu mengunjungi lokasi serangan rudal Iran di kota Arad, Minggu, 22 Maret 2026 (waktu setempat). -gov.il--
TEL AVIV, DISWAYMALANG.ID–Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan negara-negara lain bahwa Iran memiliki kemampuan militer untuk menjangkau wilayah yang lebih luas hingga Eropa. Ia pun meminta bantuan negara lain memerangi Iran. Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi lokasi serangan rudal Iran di kota Arad, Minggu (waktu setempat).
Netanyahu mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan bersama menghadapi ancaman tersebut. Ia bahkan menyerukan dukungan terhadap operasi militer Israel yang disebut 'Operation Roaring Lion' atau 'Epic Fury'.
BACA JUGA:Dampak Serangan Iran, Saudi Beri Waktu 24 Jam Atase dan Staf Kedubes Iran untuk Hengkang
"Mereka memiliki kapasitas untuk menjangkau jauh ke dalam Eropa. Mereka menempatkan semua orang dalam sasaran mereka," ujar Netanyahu melansir The Jerusalem Post.
Ia menilai serangan dalam 48 jam terakhir menjadi bukti nyata bahwa Iran bukan hanya ancaman regional, tetapi juga global. Netanyahu juga menyinggung serangan yang disebut menyasar wilayah dekat situs suci di Yerusalem.
Serangan rudal Iran pada Sabtu dilaporkan melukai puluhan orang serta menyebabkan kerusakan parah di Arad. Meski demikian, Netanyahu menyebut tidak adanya korban jiwa sebagai 'keajaiban'.
"Kami merespons dengan kekuatan besar, tetapi tidak menargetkan warga sipil," katanya menegaskan posisi militer Israel.
BACA JUGA:Iran Rudal Kota Tua Yerusalem, Dekat Situs Suci Tiga Agama
Netanyahu juga meminta warga Israel untuk tetap waspada dan segera mencari perlindungan saat terjadi serangan. "Jangan lengah, jangan acuh," ujarnya.
Netanyahu Janji Kejar Pemimpin Garda Revolusi Iran
Netanyahu juga berjanji mengejar komandan senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara pribadi. "Kami akan mengejar rezimnya. Kami akan mengejar IRGC, geng kriminal ini," kata Netanyahu dilansir AFP, Senin (23/2/2026).
"Kami akan mengejar mereka secara pribadi, para pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara pribadi."
Kota kedua yang terkena rudal Iran pada Sabtu (21/3) adalah Dimona, yang secara luas diyakini sebagai tempat penyimpanan persenjataan nuklir Israel yang tidak diumumkan. Terletak di gurun Negev, Dimona mengalami kerusakan parah akibat serangan langsung.
BACA JUGA:Perang Iran Belum Reda, MotoGP Qatar Diundur November 2026
Pada Minggu (22/3), Netanyahu mengunjungi kota tersebut, mendesak penduduk untuk mematuhi instruksi dari Komando Pertahanan Dalam Negeri militer dan segera berlindung setiap kali sirene memperingatkan adanya rudal yang datang.
Sumber: cnnindonesia.com









