1 tahun disway

Nyepi di Kota Batu: Potret Harmoni dan Moderasi Beragama Jelang Idul Fitri

Nyepi di Kota Batu: Potret Harmoni dan Moderasi Beragama Jelang Idul Fitri

Ketua FKUB Kota Batu hadir dalam perayaan Nyepi di Lapangan Junggo Kota Batu-panca rp-

BATU, DISWAYMALANG.ID–Suasana khidmat menyelimuti perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1946 di Kota Batu. Perayaan tahun ini terasa spesial karena berdekatan dengan persiapan menyambut Hari Raya Idul Fitri, yang menjadi momentum nyata penguatan kerukunan antarumat beragama di kota wisata tersebut.

BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 18 Maret 17 Kecamatan Hujan Ringan, 12 Lainnya Berawan, Jatim Masih Siaga Cuaca Ekstrem

​Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Batu yang hadir dalam perayaan Nyepi menekankan bahwa kondisi keamanan dan toleransi di wilayahnya saat ini sangat kondusif.

BACA JUGA:Jawab Penantian ARMY, Netflix Ungkap Proses di Balik Album ARIRANG lewat Film Dokumenter 'BTS: The Return'

​"Kami hadir bersama FKUB untuk bersama-sama ngayubagyo (ikut berbahagia) dengan umat Hindu yang merayakan Nyepi. Semoga perayaan ini senantiasa membawa kedamaian, kerukunan, serta persatuan yang terus kita pelihara di Kota Batu," ujar Muhamad Ruba'i, ketua FKUB Kota Batu, Rabu (18/3), saat di wawancarai di acara Nyepi di lapangan Junggo, Kota Batu.

BACA JUGA:Jelang Lebaran, 57 Ribu Warga Malang Dapat Bantuan Beras dan Minyak dari Pemkot

​Menanggapi perayaan Nyepi yang jatuh berdekatan dengan rangkaian bulan Ramadan dan Idulfitri, FKUB menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah kendala, namun sebuah anugerah. Perjumpaan dua momen besar keagamaan ini justru dianggap sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan.

BACA JUGA:Sambut Nyepi, Pemuda KHA Batu Gotong-royong Siapkan Tiga Patung Ogoh-Ogoh sebagai Simbol Pembersihan Diri

​"Perayaan yang berdekatan ini justru semakin mendekatkan rasa persatuan. Walaupun hari ini Nyepi dan lusa ada persiapan Idulfitri, hal ini justru memperkuat rasa persaudaraan antarumat beragama di Kota Batu," tambahnya.

BACA JUGA:Mahasiswa Vokasi UB Masuk 5 dan 10 Besar Sayembara Logo HUT Ke-112 Kota Malang

​FKUB juga memberikan imbauan kepada seluruh warga Kota Batu untuk terus memupuk nilai-nilai toleransi. Mengingat status Batu sebagai kota wisata, suasana yang kondusif menjadi kunci utama kenyamanan bersama.

BACA JUGA:9 Ide Hampers Lebaran 2026: Dari Kue Klasik hingga Gift Box Estetik

​"Mari kita senantiasa memupuk dan mengembangkan kerukunan serta kedamaian. Dengan begitu, suasana di Kota Batu sebagai kota wisata akan semakin kondusif, terutama saat kita merayakan hari-hari besar keagamaan secara berdampingan."

​Acara yang diakhiri dengan sesi foto bersama antar tokoh lintas agama ini menjadi bukti nyata bahwa di Kota Batu, perbedaan keyakinan adalah kekayaan yang menjaga kota tetap damai dan berseri.

Sumber: