Hari Panda Nasional 16 Maret, Simbol Eratnya Hubungan Indonesia-Tiongkok lewat Cai Tao dan Hu Chun
16 Maret diperingati sebagai Hari Panda Nasional--Pinterest
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Tanggal 16 Maret setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Panda Nasional (National Panda Day).
Momen ini bukan sekadar perayaan terhadap kelucuan mamalia berpola hitam-putih tersebut, namun sebuah pengingat global akan pentingnya menjaga kelestarian habitat hutan bambu yang kian terancam oleh perubahan iklim.
Keberhasilan panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca) berpindah status dari "Terancam Punah" menjadi "Rentan" oleh IUCN pada 2016 adalah bukti nyata bahwa upaya konservasi yang terintegrasi dapat membuahkan hasil.
Melalui peringatan ini, masyarakat dunia diajak untuk terus mendukung pemulihan ekosistem yang juga menjadi rumah bagi ribuan spesies lainnya.
BACA JUGA:Sebelum Perayaan Nyepi 19 Maret, Ini Rangkaian Ritual yang Dilakukan Umat Hindu
Sejarah Mengapa 16 Maret?
Penetapan 16 Maret sebagai Hari Panda Nasional bermula dari gerakan para aktivis lingkungan dan pencinta satwa di Amerika Serikat yang kemudian meluas secara internasional.
Dipilihnya tanggal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tepat sebelum musim semi dimulai, di mana habitat bambu mulai tumbuh dan menjadi masa krusial bagi siklus hidup panda di alam liar.
Peringatan ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai "Diplomasi Panda", di mana pemerintah Tiongkok menggunakan satwa ini sebagai simbol persahabatan antarnegara.
Dengan menetapkan satu hari khusus, diharapkan dukungan pendanaan dan kebijakan perlindungan satwa liar dapat terus menjadi prioritas global.
BACA JUGA:Wangi Sepanjang Hari, Ini 9 Parfum Harga Terjangkau, Cocok Dipakai saat Lebaran
Duta Persahabatan di Indonesia: Cai Tao dan Hu Chun

16 Maret diperingati sebagai Hari Panda Nasional--Good News From Indonesia
Indonesia turut menjadi bagian dari jejaring konservasi panda global melalui kehadiran Cai Tao (jantan) dan Hu Chun (betina). Sepasang panda raksasa ini tiba di Indonesia pada September 2017 dan kini menempati habitat khusus di Istana Panda, Taman Safari Indonesia, Bogor.
Kehadiran mereka merupakan hasil kerja sama breeding loan antara pemerintah Indonesia dan Tiongkok sebagai simbol hubungan bilateral yang erat.
Fasilitas di Bogor yang berada pada ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut dirancang sedemikian rupa agar menyerupai habitat asli mereka di pegunungan Sichuan, sehingga masyarakat Indonesia dapat melihat langsung upaya pelestarian satwa ini tanpa harus terbang ke luar negeri.
Sumber: berbagai sumber
