Puasa tapi Masih Marah-Marah? Ini Penjelasan Ulama tentang Pahala Puasa
Marah saat bulan ramadhan apakah membatalkan puasa? --
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah sekaligus melatih pengendalian diri. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang masih mudah terpancing emosi saat sedang berpuasa. Lalu muncul pertanyaan yang sering dibahas: apakah marah saat puasa bisa menghilangkan pahala puasa?
Dalam ajaran Islam, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu, termasuk emosi. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah saw bersabda:
“Puasa adalah perisai. Jika salah seorang di antara kalian sedang berpuasa, maka jangan berkata kotor dan jangan berteriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia mengatakan: sesungguhnya aku sedang berpuasa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA:Mengapa Dianjurkan Berbuka Puasa dengan yang Manis? Ini Dalil dan Penjelasannya dalam Islam
Hadis tersebut menunjukkan bahwa menahan amarah merupakan bagian penting dari ibadah puasa. Puasa tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melatih kesabaran dan pengendalian diri.
Apakah Marah Membatalkan Puasa?
Para ulama menjelaskan bahwa marah tidak membatalkan puasa secara hukum. Artinya, jika seseorang marah saat berpuasa, puasanya tetap sah dan tidak perlu mengganti di hari lain.
Namun demikian, marah dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa jika disertai dengan ucapan kasar, makian, atau perbuatan buruk.
Dalam sebuah hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
“Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.”
(HR. Ibnu Majah)
BACA JUGA:9 Coffee Shop di Malang yang Buka Sampai Dini Hari, Cocok untuk Nongkrong Sambil Menunggu Sahur
Hadis ini sering dijadikan pengingat bahwa puasa yang tidak diiringi dengan menjaga perilaku dan lisan dapat kehilangan nilai pahala.
Hikmah Menahan Emosi saat Puasa
Sumber:
