1 tahun disway

Hadapi Lonjakan 1,7 Juta Kendaraan, Saat Lebaran Jalur Klemuk Ditutup Total

Hadapi Lonjakan 1,7 Juta Kendaraan, Saat Lebaran Jalur Klemuk Ditutup Total

Wali Kota Batu, Nurochman pimpin langsung rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Tahap I Tahun 2026 di Balai Kota Among Tani, Senin (9/3).-Ist-Pemkot Batu

BATU, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Batu mulai mematangkan langkah strategis untuk menyambut lonjakan wisatawan dan pemudik menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini dibahas secara mendalam dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Tahap I Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Batu Nurochman di Balai Kota Among Tani, Senin (9/3).

​Mengingat status Kota Batu sebagai destinasi unggulan, koordinasi lintas sektor antara Polri, TNI, dan perangkat daerah menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas yang diprediksi akan memasuki periode high season.

​Data proyeksi menunjukkan tantangan besar bagi infrastruktur jalan di Kota Batu. Selama periode Lebaran 2026, pergerakan kendaraan diperkirakan mencapai:

  • ​Total Pergerakan: 1,72 juta kendaraan.
  • ​Puncak Arus: 242 ribu kendaraan per hari.
  • ​Arus Mudik: 1,49 juta kendaraan.

​Wali Kota Nurochman menekankan bahwa karakteristik mobilitas di Batu sangat unik dan membutuhkan penanganan adaptif. Ia juga menyoroti keterbatasan infrastruktur jalan yang ada saat ini.

​"Kota Batu tidak memiliki ruas jalan nasional, hanya sampai pada jaringan jalan provinsi. Karena itu, dukungan pembukaan ruas jalan baru yang menghubungkan tiga wilayah di Malang Raya sangat krusial sebagai solusi jangka panjang," tegas Nurochman.

Selain kemacetan, Wali Kota juga menginstruksikan jajarannya untuk memastikan seluruh fasilitas keselamatan jalan berfungsi 100%. Kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem juga ditingkatkan guna mengantisipasi bencana yang dapat menghambat akses wisatawan maupun warga lokal.

​Dalam forum yang sama, Kasatlantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, memaparkan kesiapan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026. Sejumlah titik krusial yang menjadi perhatian khusus meliputi:

​Pertigaan Pendem & Simpang Junrejo: Pemetaan sebagai titik rawan kemacetan utama.

​Jalur Klemuk: Direncanakan akan ditutup total selama masa mudik untuk menghindari risiko kecelakaan rem blong dan potensi bencana longsor.

Sumber: