DPRD Kota Malang Soroti Program MBG, Temuan Makanan Berbelatung Jadi Alarm Pengawasan
Anggota Komisi A DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS, H. Rokhmad Saat menanggapi tentang MBG--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Malang mendapat sorotan kalangan DPRD Kota Malang setelah muncul temuan makanan yang tidak layak konsumsi saat dibagikan kepada siswa.
Anggota Komisi A DPRD Kota Malang dari Fraksi PKS Rokhmad menegaskan, kualitas makanan dalam program tersebut harus menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kesehatan para pelajar.
“Program ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, dan pada prinsipnya kami di daerah mendukung karena tujuannya baik, yakni membantu pemenuhan gizi siswa,” ujarnya, Senin (9/3).
BACA JUGA:Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD, Ekonomi Tumbuh 5,92 Persen
Namun demikian, Rokhmad menekankan, dukungan tersebut harus diiringi pengawasan yang ketat agar pelaksanaan program tidak justru menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Ia menilai sekolah harus berperan aktif melakukan pengecekan terhadap makanan yang diterima dari penyedia sebelum dibagikan kepada siswa.
“Sekolah wajib memastikan makanan itu dalam kondisi baik. Jangan langsung dibagikan, harus diperiksa terlebih dahulu agar benar-benar layak dikonsumsi,” tegasnya.
BACA JUGA:Setelah Feast, Kini Hindia Dipastikan Tampil di Rasvara Fest 2026 Malang
Pernyataan tersebut menyusul kasus yang sempat viral di media sosial terkait temuan makanan yang diduga mengandung belatung saat dibagikan kepada siswa di wilayah Kecamatan Lowokwaru.
Menurut Rokhmad, kejadian tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG agar pengawasan diperketat.
“Kasus yang sempat viral di Lowokwaru itu harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai program yang niatnya baik justru membahayakan kesehatan siswa,” katanya.
BACA JUGA:Resmi! Garuda Calling Umumkan 41 Pemain Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
Ia juga menyoroti peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan dalam program MBG. Menurutnya, tidak semua SPPG memiliki kualitas yang buruk karena sebagian telah berupaya menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan dengan baik.
Namun ia mengingatkan bahwa kelalaian dari satu pihak dapat berdampak pada citra keseluruhan program.
Sumber:
