Wali Kota Malang Sampaikan LKPJ 2025 ke DPRD, Ekonomi Tumbuh 5,92 Persen
Wali Kota Malang--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Wali Kota Wahyu Hidayat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Malang, Senin (9/3/2026).
Penyampaian LKPJ tersebut merupakan bagian dari mekanisme akuntabilitas kepala daerah atas pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan selama satu tahun anggaran di Malang.
BACA JUGA:Resmi! Garuda Calling Umumkan 41 Pemain Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
Dalam pemaparannya, Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa LKPJ merupakan laporan penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah selama satu tahun anggaran, sekaligus menjadi gambaran pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan dalam dokumen RPJMD Kota Malang.
“LKPJ ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kepala daerah kepada DPRD atas pelaksanaan program, kegiatan, serta kebijakan pembangunan yang telah dilaksanakan selama tahun 2025,” ujar Wahyu di hadapan anggota dewan.
BACA JUGA:Dindik Jatim Batasi Gawai di Sekolah, Susul Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Main Medsos
Dalam laporan tersebut, Pemkot Malang memaparkan sejumlah indikator makro daerah yang menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan ekonomi Kota Malang tercatat meningkat dari 5,41 persen pada 2024 menjadi 5,92 persen pada 2025. Angka tersebut menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga mengalami penurunan. Pada 2024, angka pengangguran berada di 6,10 persen, kemudian turun menjadi 5,69 persen pada 2025 atau menurun sekitar 0,41 persen.
Pendapatan per kapita masyarakat Kota Malang juga tercatat mengalami peningkatan signifikan. Pada 2025, pendapatan per kapita mencapai Rp108,152 juta, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp100,116 juta.
BACA JUGA:Tiket Dijual Mulai Rp150 Ribu! Flash Sale Tiket Mudik KAI 2026 Dibuka Hari ini Pukul 16.30 WIB
Menurut Wahyu, capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di Kota Malang terus bergerak dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang meningkat diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing Kota Malang,” katanya.
Selain itu, indikator ketimpangan pendapatan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Data Pemkot Malang mencatat Gini Ratio menurun dari 0,42 pada 2024 menjadi 0,37 pada 2025, yang menandakan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata.
Sumber:









