Pentingnya Posisi Pasar sebagai Jantung Ekonomi Rakyat di Kota Batu.
Pertemuan Wali Kota, Wakil Wali Kota dengan komunitas Arek Enom Pasar dan tim Batuversity -Ist-Pemkot Batu
BATU, DISWAYMALANG.ID--Penataan Pasar Induk Among Tani Kota Batu memasuki babak baru yang lebih progresif. Wali Kota Batu Nurochman bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto menerima audiensi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) serta komunitas kreatif di Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (6/3).
BACA JUGA:Sambil Ngabuburit, Ibu-Ibu PKK Karangploso Serbu Alun-Alun Batu untuk Berbagi Takjil
Pertemuan ini membahas draf konsep penguatan ekosistem pasar yang dirancang untuk bertransformasi menjadi pusat grosir modern, etalase UMKM unggulan, sekaligus ruang ekonomi kreatif berbasis digital.
Dalam pemaparannya, komunitas Arek Enom Pasar dan Tim Batuversity menawarkan konsep revitalisasi yang memadukan aktivasi ruang publik dengan teknologi. Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Nurochman menekankan bahwa kunci keberhasilan transformasi ini terletak pada sinergi antar-elemen.
“Konsep digitalisasi dan sistem pengelolaan yang ditawarkan ini sudah baik, namun syarat mutlaknya harus terintegrasi. Arek Enom Pasar dan Batuversity harus berjalan beriringan, tidak boleh sendiri-sendiri,” tegas Nurochman.
Ia menilai pendekatan teknis yang berorientasi masa depan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat posisi pasar sebagai jantung ekonomi rakyat di Kota Batu.
Meski mendukung penuh gagasan modernisasi, wali kota mengingatkan bahwa kebijakan yang diambil harus berpijak pada fakta di lapangan. Ia menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera merampungkan pendataan riil yang mencakup:
- Jumlah pasti pedagang aktif.
- Detail luas lapak dan zonasi.
- Status hunian pasar yang legal dan transparan.
BACA JUGA:Neverland Malang 2026 Siap Digelar 2 Mei di Lapangan Rampal, Tulus hingga Nadin Amizah Masuk Line Up
Langkah ini diambil agar proses penataan nantinya berjalan akuntabel dan meminimalisir potensi konflik di kemudian hari.
Senada dengan wali kota, Wawali Heli Suyanto meminta agar rencana ini tidak berhenti di atas kertas. Ia mendorong Diskumperindag untuk segera menyusun langkah implementasi konkret, termasuk pemetaan anggaran dan simulasi model pengelolaan.
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Pemkot Batu Petakan Potensi Kerawanan Guna Jamin Kondusivitas
“Kita butuh model pengelolaan yang berkelanjutan agar transformasi ini memberikan dampak nyata, baik bagi peningkatan pendapatan pedagang maupun kenyamanan masyarakat yang berbelanja,” pungkas Heli.
Sumber:
