1 tahun disway

Mahasiswa UB Raih Juara Dua di Kompetisi Internasonal Malaysia dengan Inovasi Deteksi Kanker Payudara

Mahasiswa UB Raih Juara Dua di Kompetisi Internasonal Malaysia dengan Inovasi Deteksi Kanker Payudara

--prasetya.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Empat mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) meraih juara dua dalam ajang International Student Competition 2026 yang diselenggarakan oleh CEM UPM Malaysia di Malaysia. Tim tersebut terdiri dari Dastino Putra Rendy Lovind dan Anggie Fadillah Dwiva dari Program Studi Teknik Bioproses Fakultas Teknik, serta Livy Noer Azizah dan Rifda Alfia Safina dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian.


BUDDY (Breast Urgency Detection Device with Thermography).--prasetya.ub.ac.id

Dalam kompetisi tersebut, mereka memperkenalkan inovasi bernama BUDDY (Breast Urgency Detection Device with Thermography). Inovasi ini berupa sistem untuk membantu mendeteksi kanker payudara lebih awal dengan menggunakan kamera termal yang terhubung dengan aplikasi di ponsel. Melalui aplikasi tersebut, hasil pemeriksaan dapat diketahui dalam waktu sekitar lima hingga sepuluh detik.

BACA JUGA:Feast Siap Guncang Malang di Rasvara Fest 2026, Dijadwalkan Tampil 23 Mei

Ide pembuatan alat ini muncul karena tingginya kasus kanker payudara dan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan sejak dini. Metode yang sudah ada seperti SADARI (periksa payudara sendiri) dan SADANIS (pemeriksaan payudara oleh tenaga medis) masih belum banyak dilakukan oleh masyarakat. Karena itu, tim mahasiswa UB mencoba membuat alat yang lebih praktis agar pemeriksaan bisa dilakukan sendiri di rumah.

Cara kerja BUDDY cukup sederhana. Pengguna terlebih dahulu mengisi survei pada aplikasi. Setelah itu, bagian payudara difoto menggunakan kamera termal dengan jarak sekitar 60 sentimeter. Gambar tersebut kemudian dikirim ke server untuk dianalisis oleh sistem kecerdasan buatan (AI). Sistem ini telah dilatih menggunakan banyak contoh gambar sehingga dapat membantu mendeteksi lokasi, ukuran, hingga kemungkinan stadium kanker payudara.

Meski berhasil meraih prestasi di tingkat internasional, tim mahasiswa ini mengaku sempat mengalami kesulitan biaya untuk mengikuti tahap final lomba. Namun, berkat bantuan dana dari fakultas, mereka akhirnya bisa mengikuti kompetisi hingga selesai dan membawa pulang penghargaan. Mereka berharap inovasi ini ke depan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas.

BACA JUGA:Dishub Kota Malang Siapkan 5 Rute Mudik Gratis Lebaran 2026, Kuota Terbatas

 

Sumber: prasetya.ub.ac.id