Tips Tetap Konsisten Beribadah di Tengah Padatnya Jadwal Kuliah!
para mahasiswa selesai beribadah--Universitas Trunojoyo
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin banyak pula tugas yang harus dikerjakan. Namun banyaknya tugas tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban kepada Allah Swt.
Akan jauh lebih baik menjadikan ibadah sebagai waktu untuk beristrahat dari lelahnya jadwal dan tugas kuliah yang mungkin saja bisa membuat stress. Sehingga usai beribadah justru bisa lebih fokus.
BACA JUGA:Nisab Zakat Penghasilan dan Jasa 2026 Ditetapkan Baznas Rp7.640.144 per Bulan
Berikut adalah tips tetap konisten ibadah di tengah padatnya jadwa kuliah!
1. Jadikan Salat sebagai Pusat Jadwal
Dalam sehari salat dibagi menjadi 5 waktu, yaitu subuh, duhur, asar, maghrib, dan isya. Nah, pada umumnya waktu salat duhur menjadi waktu istirahat kampus, jadi bisa digunakan untuk salat. Tidak harus di masjid kampus. Bisa dilaksanakan di tempat salat yang disediakan kampus di dekat kelas.
Ibadah salat adalah amalan pertama yang akan dihitung nanti Ketika hari akhir, karena salat Adalah ibadah yang paling utama dalam Islam, seperti firman Allah:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا
Innash-shalâta kânat ‘alal-mu'minîna kitâbam mauqûtâ
Artinya: "Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa: 103)
2. Manfaatkan Waktu Luang
Saat menunggu kelas, jeda antarmata kuliah, atau di transportasi umum, kita bisa menggunakannya untuk berzikir, membaca Alquran via aplikasi, atau jika ingin menggunakan mushaf cukup membawa Quran kecil yang mudah dibawa.
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ جَارَةً لَّنْ تَبُوْرَ لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
Innallażīna yatlūna kitāballāhi wa aqāmuṣ-ṣalāta wa anfaqū mimmā razaqnāhum sirraw wa ‘alāniyatay yarjūna tijāratal lan tabūr. Liyuwaffiyahum ujūrahum wa yazīdahum min faḍlih, innahū gafūrun syakūr
Artinya, “Sungguh, orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan tersembunyi dan terang benderang. Mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi agar Allah menyempurnakan untuk mereka pahala mereka dan menambahi mereka dengan sebagian karunia-Nya. Sungguh Allah maha pengampun lagi maha penerima syukur.” (Surat Fathir ayat 29-30).
BACA JUGA:Jumat Terakhir Rajab 1447 H Bertepatan 27 Rajab, Ulama Sebut Waktu Mulia Perbanyak Amal
3. Hindari Begadang yang Tidak Perlu
Sumber: nu online
