Lindungi Pengguna Android, Google Hapus 1,75 Juta Aplikasi Berbahaya dari Play Store!
Memperketat keamanan ekosistem Android sepanjang 2026, Google hapus 1,75 juta lebih aplikasi berbahaya dari Play Store. -ilustrasi androidpolice.com--
MALANG, DISWAYMALANG.ID– Google mengumumkan langkah besar pada 19 Februari 2026. Dalam upaya memperketat keamanan ekosistem Android sepanjang 2026, sebanyak 1,75 juta lebih aplikasi berbahaya dihapus dari Play Store. Selain itu juga 80 ribu akun developer juga diblokir.
Ribuan aplikasi yang dihapus, menurut Google, terbukti melanggar kebijakan privasi dan keamanan. Sebagian besar aplikasi tersebut mengandung malware berbahaya. Berpotensi mencuri uang pengguna, mendaftarkan langganan tersembunyi, mengambil data pribadi, hingga merusak sistem keamanan perangkat.
Melalui Play Protect, seperti dikutip dari harian.disway.id, Sabtu (21/2), sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan, Google mampu mendeteksi aplikasi bermasalah sebelum diunduh pengguna. Teknologi tersebut juga berhasil mencegah sekitar 255 ribu aplikasi yang mengakses data sensitif pengguna.
BACA JUGA:9 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Ada yang Layar AMOLED Full HD+
Selain penghapusan, Google juga mengambil langkah tegas terhadap pengembang yang berulang kali melanggar kebijakan. Sebanyak 80 ribu akun developer dikunci permanen. Alias tidak akan diizinkan kembali masuk ke Play Store.
Menurut Google, akun-akun tersebut teridentifikasi menyebarkan aplikasi penipuan. Juga perangkat lunak berbahaya kepada pengguna smartphone.
Upaya pembersihan itu menjadi bagian dari strategi besar Google. Yakni dalam memperketat pengawasan sejak tahap awal pengembangan aplikasi.
BACA JUGA:Infinix Note Edge 5G Resmi Hadir, Layar Curved AMOLED 120Hz dengan Harga Rp3 Jutaan
Kini, sistem berbasis AI sudah terintegrasi langsung dengan Android Studio serta fitur Data Safety di Play Store. Dapat digunakan untuk mendeteksi malware, spyware, dan potensi penipuan sejak dini.
Tak hanya itu, Google juga memberantas manipulasi ulasan. Lebih dari 160 juta rating dan ulasan palsu berhasil diblokir. Dengan tujuan agar pengguna tidak tertipu oleh penilaian yang direkayasa.
Google menyebut pembaruan kebijakan itu berdampak positif bagi pengguna di berbagai negara. Termasuk Indonesia, sebagai upaya mengurangi potensi penipuan dan meningkatkan pengalaman penggunaan aplikasi.
Perusahaan menegaskan akan terus berinvestasi pada sistem keamanan berbasis AI. Demi menjaga Play Store tetap aman dan terpercaya.
Sumber: harian.disway.id
