Jelang Ramadan, Harga Cabai Tembus Rp90 Ribu, Wali Kota Malang Siapkan Intervensi TPID
Wali Kota Malang Menghadiri GPM di Arjowinangun--
ARJOWINANGUN, DISWAYMALANG.ID–Harga cabai di Kota Malang melonjak signifikan menjelang Ramadan. Di sejumlah pasar tradisional, harga cabai bahkan menembus Rp90.000 per kilogram. Kondisi ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan langkah intervensi melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan merupakan tren tahunan. Namun, lonjakan harga cabai kali ini dinilai paling tinggi dibanding komoditas lainnya.
BACA JUGA:RAM Gede, Kamera Oke, Gaming Kencang! 9 HP Murah Rp2 Jutaan Terbaik Februari 2026
“Harga lain memang ada kenaikan, tapi tidak terlalu drastis. Yang sangat persisten dan melonjak cukup tinggi adalah cabai,” ujar Wahyu saat meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Arjowinangun, Jumat (13/2).
Dalam pantauan di lokasi GPM, cabai lokal asal Merjosari dijual Rp75.000 per kilogram. Sementara berdasarkan pengecekan di Pasar Oro-oro Dowo, harga cabai telah mencapai Rp90.000 per kilogram.
Wahyu menegaskan telah meminta TPID segera menggelar rapat untuk merumuskan langkah konkret pengendalian harga. Salah satu opsi yang disiapkan adalah kembali membuka Warung Tekan Inflasi di pasar-pasar.
“Kita akan buka lagi Warung Tekan Inflasi agar harga cabai bisa kembali normal,” tegasnya.
BACA JUGA:10 Prompt Gemini AI untuk Bikin Poster Keren Menyambut Ramadan 1447 H!
Selain itu, TPID bersama Diskopindag akan memaksimalkan skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk mendatangkan pasokan cabai dari daerah produsen dengan harga lebih rendah.
Pemkot Malang selama ini telah menjalin kerja sama pasokan komoditas dengan sejumlah daerah seperti Lumajang, Jember, Probolinggo, serta Kabupaten Malang.
Melalui kerja sama tersebut, Pemkot dapat membeli cabai langsung dari petani dengan harga lebih murah, kemudian menjualnya kembali di Kota Malang dengan harga yang sama untuk menekan lonjakan pasar.
“Kita tanyakan harga di daerah tersebut dan langsung beli dari petani. Jadi kita bisa mendapatkan harga lebih murah dan menjualnya dengan harga yang sama di sini,” jelas Wahyu.
Menurut Wahyu, tingginya lonjakan harga cabai dipengaruhi tingginya permintaan masyarakat, terutama menjelang Ramadan. Selain itu, Kota Malang dikenal sebagai kota kuliner dengan banyak menu bercita rasa pedas.
BACA JUGA:Diskumindag Kota Batu Keluarkan SE: Pasar Among Tani Kelola-Pilah Sampah, DLH Tinggal Angkut ke TPA
Sumber:
