1 tahun disway

World Zoothanasia Day: Mengingat Nasib Hewan di Kebun Binatang Indonesia

World Zoothanasia Day: Mengingat Nasib Hewan di Kebun Binatang Indonesia

World zoothanasia day: mengingat nasib hewan di kebun binatang Indonesia--iStock

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Setiap 9 Februari, sebagian komunitas pecinta hewan di dunia memperingati World Zoothanasia Day. Sebuah momentum untuk mengingat dan mendiskusikan nasib hewan yang mati di kebun binatang dan fasilitas penangkaran lainnya.

Hari ini bukan perayaan umum seperti Valentine atau hari libur resmi. Tetapi menjadi pengingat tentang pentingnya kesejahteraan satwa di fasilitas yang mengklaim menjaga mereka.

Tanggal 9 Februari dipilih karena bertepatan dengan kematian Packy, seekor gajah Asia berusia 54 tahun di Oregon Zoo, Amerika Serikat, yang dieutanasia (diakhiri hidupnya karena sesuatu hal atau penyakit tak bisa disembuhkan) pada 9 Februari 2017.

BACA JUGA:HBO Ingin Kembalikan Kejayaan Fantasy: Angkat Game Baldur’s Gate Jadi Serial TV

BACA JUGA:Happy I.N Day! Berulang Tahun Ke-25, Simak Profil dan Perjalanan Karier Maknae Stray Kids

Kasus ini memicu protes luas karena dianggap mencerminkan praktik zoothanasia, istilah yang digunakan untuk menyebut kematian hewan di kebun binatang, baik akibat euthanasia, sakit, stres, atau kondisi lingkungan yang buruk. Dan, hal itu mendorong diskusi tentang standar perawatan, etika penangkaran, dan tanggung jawab pengelola.

Sejak itu, tanggal tersebut dijadikan simbol untuk mengingat dan menyoroti kasus serupa di berbagai negara.

Kasus Kematian Hewan di Kebun Binatang di Indonesia

Di Indonesia, salah satu sorotan terbesar terkait kematian hewan di kebun binatang pernah dialami oleh Kebun Binatang Surabaya (KBS). Kebun binatang ini sempat menjadi perbincangan internasional karena tingginya angka kematian di antara koleksi satwanya, hingga julukan Zoo of Death melekat pada fasilitas tersebut oleh sejumlah media internasional.


Kliwon, jerapah di Kebun Binatang Surabaya yang mati karena plastik ditemukan di perutnya. Tahun 2012--TIME

BACA JUGA:Lagu ‘Adrenalin’ Milik ATEEZ, Ini Lirik dan Terjemahannya, Kembali ke Akar EDM yang Powerful

BACA JUGA:Jisoo BLACKPINK Comeback Bareng Seo In Guk dalam ‘Boyfriend on Demand’, Ini Sinopsisnya

Data historis dari periode 2006-2011 menunjukkan bahwa jumlah hewan yang mati di Surabaya Zoo sangat tinggi. Meskipun angka ini bervariasi setiap tahunnya. Menurut laporan media internasional dan lokal, jumlah hewan yang mati di kebun binatang itu mencapai:

  • 479 hewan yang mati pada tahun 2006, termasuk berbagai spesies unggas, mamalia, dan reptil.
  • 364 hewan yang mati pada tahun 2008.
  • 321 hewan yang mati pada tahun 2009.
  • 245 hewan yang mati pada tahun 2011, turun dari angka tahun sebelumnya.

Dalam beberapa periode, jumlah hewan yang mati di Surabaya Zoo mencapai ratusan tiap tahun, dan penyebabnya dilaporkan beragam, termasuk stres, penyakit, kurangnya pakan berkualitas, manajemen yang kurang optimal, dan kepadatan populasi yang tinggi di dalam kandang.

BACA JUGA:Hyunjin dkk Sapa STAY di Malang lewat Film STRAY KIDS: THE DOMINATE EXPERIENCE, Segini Harga Tiketnya

BACA JUGA:5 Februari Hari Nutella Sedunia, Begini Sejarah Perjalanan Panjangnya

Selain Surabaya, kebun binatang lain di Indonesia juga sempat mendapat sorotan. Misalnya, laporan terbaru pada awal 2024 menyoroti kondisi Medan Zoo. Organisasi pecinta hewan Wildlife Whisperer Sumatra menyebut ada setidaknya lima harimau yang mati selama tiga bulan terakhir, serta hewan lain seperti orangutan dan owa dalam periode yang sama.

Mengapa Isu Ini Diperbincangkan?


Gajah sakit di Kebun Binatang Surabaya. Tahun 2016--coconuts.co

Sumber: berbagai sumber