Kepribadian YBR, Bocah SD di Ngada, NTT yang Akhiri Hidup: Anak yang Pintar dan Taat Guru
lustrasi kisah sedih anak SD di Ngada, NTT yang terimpit kesulitan ekonomi hingga mengakhiri hidupnya. -Harian Disway ---
NGADA, DISWAYMALANG.ID–YBR, bocah 10 tahun yang mengakhiri hidupnya gegara tak mampu beli buku tulis dan pulpen meninggalkan duka mendalam bagi lingkungan sekolahnya di SDN Rutojawa, Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di balik tragedi yang menimpanya, tersimpan catatan tentang sosok anak yang sangat positif, berprestasi, dan menjadi teladan bagi teman-temannya.
Berdasarkan keterangan Wali Kelasnya, Bonifasius Snae, YBR adalah siswa kelas IV yang masuk dalam kategori anak berprestasi. Ia memiliki kecakapan yang sangat baik dalam bidang literasi dan numerasi.
Prestasi akademiknya ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih peringkat 5 (lima) besar di kelas pada semester I. Tak hanya pintar untuk dirinya sendiri, YBR dikenal sebagai anak yang ringan tangan.
"Mendiang sering membantu teman kelasnya dalam hal berliterasi dan numerasi," ungkap Bonifasius dalam laporannya. Ia juga dikenal rajin dan mampu menyelesaikan tugas atau Pekerjaan Rumah (PR) dengan sangat baik.
BACA JUGA:Tertinggi di Asia Tenggara! Angka Kasus Bunuh Diri Anak di Indonesia menurut KPAI
Kepribadiannya digambarkan sebagai sosok yang periang, suka menolong, dan jauh dari masalah. Dokumen mencatat bahwa YBR bukan anak yang nakal, tidak pernah terlibat dalam perkelahian, dan sangat akrab dengan teman-teman sekelasnya.
Kepala Sekolah SDN Rutojawa Maria Ngene turut memberikan kesaksian bahwa YBR adalah sosok yang baik dan taat. Meskipun kadang-kadang datang terlambat, ia dikenal selalu membantu dan ‘selalu tampak ceria’ di mata para gurunya.
BACA JUGA:Dana Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 Mulai Cair: Cek Penerima, Jadwal, dan Nominalnya!
Kedisiplinan YBR dalam menempuh pendidikan pun patut diacungi jempol. Data sekolah menunjukkan akumulasi persentase kehadirannya sejak semester satu mencapai 99%. Bahkan pada bulan Januari 2026, ia tercatat hanya tidak hadir selama dua hari.
Di luar jam pelajaran formal, ia merupakan anak yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler dan pernah menjadi peserta lomba baca puisi pada momen Bulan Bahasa di sekolahnya.
BACA JUGA:Dibuka Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 1 2026, Simak Jadwalnya!
Di balik keceriaannya, YBR juga merupakan anak yang mandiri dan sering membantu memenuhi kebutuhannya sendiri. Pihak sekolah menegaskan bahwa tidak pernah terjadi praktik pembullyan terhadap dirinya di lingkungan SDN Rutojawa.
Sosoknya yang ceria, pintar, dan taat kini menjadi kenangan indah sekaligus pilu bagi para pendidik yang mengenalnya sebagai salah satu siswa terbaik di sekolah tersebut.
Sumber: harian.disway.id
