1 tahun disway

Musrenbang Lowokwaru 2026, Wali Kota Malang Soroti Tingginya Dinamika Pembangunan

Musrenbang Lowokwaru 2026, Wali Kota Malang Soroti Tingginya Dinamika Pembangunan

Wali Kota Malang bersama Ketua DPRD Kota Malang Mengikuti Musrebang Lowokwaru--

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan sambutan sekaligus menjadi keynote speaker dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lowokwaru Tahun 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Malang Tahun 2027. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kecamatan Lowokwaru, Rabu (4/2).

Dalam arahannya, Wahyu menegaskan, Kecamatan Lowokwaru memiliki dinamika pembangunan paling tinggi di Kota Malang dibandingkan wilayah lain. Kondisi tersebut dipengaruhi tingginya mobilitas penduduk, banyaknya kawasan pendidikan, serta kompleksitas persoalan perkotaan yang terus berkembang.

“Lowokwaru ini dinamikanya paling tinggi di Kota Malang. Pendatang sangat banyak, kampus juga banyak, sehingga permasalahan perkotaan ikut meningkat. Karena itu, aspirasi masyarakat dalam Musrenbang harus benar-benar disusun menjadi prioritas yang bisa direalisasikan dalam RKPD 2027,” ujar Wahyu.

BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 5 Februari 2026: Seharian Berawan, Hujan Ringan, hingga Hujan Petir

Wahyu menekankan pentingnya penyusunan program pembangunan yang selaras dengan visi pembangunan Kota Malang serta kebijakan pemerintah di atasnya, agar tidak terjadi tumpang tindih perencanaan.

“Perencanaan harus satu hierarki, tidak bertentangan dengan kebijakan di atasnya. Keinginan masyarakat harus terpetakan dengan baik dan diselaraskan dengan regulasi yang ada,” jelasnya.

Selain itu, Wahyu juga menyoroti partisipasi seluruh unsur masyarakat, termasuk pendatang, dalam proses perencanaan pembangunan. Menurutnya, rendahnya keterlibatan sebagian kelompok masyarakat dapat berdampak pada kurang optimalnya perumusan kebutuhan riil di lapangan.

BACA JUGA:Amanda Manopo Ungkap Sisi Gelap Pinjol di 'Check Out Sekarang, Pay Later (CAPER)', Ini Sinopsisnya

Wali Kota Malang juga menegaskan bahwa arah pembangunan daerah harus sejalan dengan program strategis nasional, termasuk penguatan sektor pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta percepatan program prioritas menuju Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan paparan data Musrenbang, jumlah usulan pembangunan dari wilayah Kecamatan Lowokwaru tercatat lebih dari 1.400 usulan. Menariknya, komposisi usulan tersebut relatif seimbang, bahkan didominasi usulan nonfisik dibandingkan fisik.

Usulan nonfisik tersebut meliputi pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, serta program sosial kemasyarakatan.

BACA JUGA:Indonesia Jadi Negara Pertama yang Beli Properti di Mekah-Madinah via Proyek Kampung Haji

“Sekarang usulan nonfisik mulai meningkat. Ini menandakan masyarakat semakin paham bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga pemberdayaan,” ungkap Wahyu.

Ia berharap, semakin banyaknya usulan yang masuk dapat membuat kebutuhan masyarakat lebih terakomodasi dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.

Sumber: