1 tahun disway

Lima Guru Besar UM Sampaikan Orasi Ilmiah dalam Sidang Terbuka Senat Akademik

Lima Guru Besar UM Sampaikan Orasi Ilmiah dalam Sidang Terbuka Senat Akademik

Pengukuhan guru besar UM--

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Universitas Negeri Malang (UM) menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka penyampaian orasi ilmiah lima guru besar, Rabu (4/2). Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) A19 UM ini menjadi forum akademik strategis untuk menegaskan kontribusi keilmuan lintasdisiplin dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kemanusiaan.

BACA JUGA:Indonesia Siap Keluar dari Dewan Bentukan AS untuk Palestina dan Perdamaian Dunia jika Dipandang Tak Manfaat

Lima guru besar yang menyampaikan orasi berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Ilmu Sosial, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Tema orasi yang disampaikan mencerminkan respons akademik terhadap tantangan aktual, mulai teknologi material, pendidikan, kebencanaan, hingga kesehatan.

Orasi pertama disampaikan oleh Prof Ir Rr Poppy Puspitasari SPd MT PhD, guru besar Fakultas Teknik, dengan judul “Size Does Matter: Merancang Fungsi Material dari Skala Nano”. Ia memaparkan riset pengembangan nanomaterial untuk kebutuhan industri. Di antaranya nanokatalis mangan–zinc–ferrite untuk produksi amonia tanpa tekanan dan suhu tinggi serta nanolubricant berbasis titanium dioksida yang mampu mengurangi gesekan dan meningkatkan umur komponen mesin.

BACA JUGA:Dibuka Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 1 2026, Simak Jadwalnya!

Orasi kedua disampaikan oleh Prof Dr Agus Hery Supadmi Irianti MPd, guru besar Fakultas Teknik, dengan judul “Mempertahankan Makna Filosofi Motif Batik dengan Teknik Grading”.

Ia menyoroti hilangnya nilai filosofis batik akibat ketidaksesuaian motif dengan proporsi tubuh pemakai. Melalui konsep grading motif, Prof Agus menawarkan pendekatan desain busana yang adaptif agar motif batik tetap utuh secara visual dan filosofis, sekaligus mencegah praktik body shaming.

BACA JUGA:Klaim Rewards Terbaru! 43 Kode Redeem FC Mobile 4 Februari 2026 Hari Ini


Selanjutnya, Prof Dr Ahmad Samawi MHum, guru besar Fakultas Ilmu Pendidikan, menyampaikan orasi berjudul “Sintesis Filosofis, Ilmiah, Religius, dan Kultural Manajemen Lembaga PAUD Unggulan”.

Ia menekankan pentingnya manajemen PAUD yang komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini. Menurutnya, pengelolaan PAUD yang belum optimal berpotensi memengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

BACA JUGA:Indonesia Kirim Muchlis M Hanafi ke Forum Internasional Pentashihan Mushaf Alquran di Irak

Orasi keempat disampaikan oleh Prof Syamsul Bachri SSi MSc PhD, guru besar Fakultas Ilmu Sosial, dengan judul “Paradigma Baru Geografi Kebencanaan: Implementasi Human–Volcano (Hu-Vo) System Model dalam Pengelolaan Risiko Bencana di Wilayah Gunung Api Indonesia”.

Ia memperkenalkan pendekatan Human–Volcano System yang memandang manusia dan gunung api sebagai satu sistem yang saling berinteraksi. Melalui studi kasus Gunung Bromo, Merapi, Kelud, hingga Semeru, Prof Syamsul menegaskan bahwa aktivitas vulkanik tidak hanya menghadirkan risiko, tetapi juga manfaat ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya bagi masyarakat sekitar.

BACA JUGA:Duel Persija vs Arema FC! Simak Jadwal Pekan ke-20 BRI Super League

Sumber: