Kabupaten Malang Dapat Dukungan Program Replanting-Hilirisasi Produksi Kelapa dari Kementan RI
Wabup Lathifah saat bertemu Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa guna optimalkan hilirisasi kelapa di Kabupaten Malang--Pemkab Malang
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Pemerintah Kabupaten Malang diproyeksikan mendapat program replanting dan hilirisasi produksi kelapa dari Kementerian Pertanian RI (Kementan RI). Difasilitasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT)
Selasa siang (3/2), Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib melakukan kunjungan kerja ke Ditjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa di lingkungan Kemendes PDT, di Jakarta.
BACA JUGA:Bulog-Kemenhaj Matangkan Ekspor Beras ke Saudi, untuk Kebutuhan Jemaah Haji-Umrah RI 2026
Lathifah diterima oleh Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Dr H Tabrani MPd. "Alhamdulillah tadi Pak Dirjen menyampaikan siap untuk mengakseskan beberapa program salah satunya replanting dan hilirisasi kelapa di Kementerian Pertanian RI," ujar Lathifah seusai pertemuan tersebut.
Kelapa di Kabupaten Malang merupakan salah satu komoditas perkebunan rakyat yang potensial. Data yang dihimpun Disway Malang, produksi kelapa Kabupaten Malang mencapai 16,4 ribu ton pada 2024 dan luas areal sekitar 13.079,8 hektare. Kecamatan penghasil utama kelapa meliputi Donomulyo, Kalipare, Bantur, dan Pagak.
Namun, komoditas kelapa di Kabupaten Malang yang dinilai memiliki potensi besar belum maksimal atau stagnan. Salah satu tantangan utama adalah banyaknya tanaman kelapa yang sudah tua dan tidak produktif. Untuk mengatasi hal tersebut, program replanting atau peremajaan tanaman menjadi salah satu poin krusial yang dibahas.
Langkah peremajaan ini mencakup proses penggantian tanaman lama dengan bibit unggul untuk memulihkan produktivitas petani.
Selain teknis penanaman ulang, kerja sama ini juga direncanakan mencakup pendampingan bagi para petani agar kualitas hasil panen tetap terjaga.
"Salah satu wujud program tersebut di antaranya replanting atau peremajaan kelapa tua dan rusak. Nantinya akan ada kemitraan dimana program tersebut akan ada pendampingan dan berakhir dengan adanya off taker kelapa untuk memastikan kelapa hasil petani diserap dengan harga layak," jelas Wabup Malang.
BACA JUGA:Buka Februari 2026, Deretan Peluang Beasiswa Luar Negeri, Gratis Biaya Kuliah hingga Uang Saku
Lebih jauh, Lathifah berharap kerja sama lintaskementerian ini mampu membawa teknologi pengolahan bahan baku langsung ke Kabupaten Malang.
Tujuannya agar petani tidak hanya menjual kelapa mentah, namun bisa memproduksi produk turunan seperti santan kemasan (coconut milk).
Dengan adanya pengolahan bahan baku secara mandiri, nilai jual komoditas kelapa diharapkan dapat meningkat secara signifikan. Hal ini diprediksi akan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Malang melalui ekosistem investasi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.
BACA JUGA:UIN Maliki Malang Dapat Peran Strategis dalam Reformasi Kesehatan Haji Nasional
Sumber: pemkab malang
