1 tahun disway

Jazz Parlemen Digelar di DPRD Kabupaten Malang, Hadirkan Suluk Humanisme dan Aksi Kemanusiaan

Jazz Parlemen Digelar di DPRD Kabupaten Malang, Hadirkan Suluk Humanisme dan Aksi Kemanusiaan

--

KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang akan menggelar Jazz Parlemen di rumah rakyat, kompleks Gedung DPRD Kabupaten Malang, Minggu (1/2). Kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai pertunjukan musik, tetapi juga menjadi ruang dialog budaya, spiritual, sekaligus aksi kemanusiaan.

Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi menyampaikan, Jazz Parlemen merupakan wujud empati dan kepedulian lembaga legislatif terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Khususnya korban bencana di Aceh yang hingga kini masih membutuhkan bantuan.

BACA JUGA:Dirut BEI Iman Rachman Mundur usai IHSG Anjlok, Purbaya: Memang Salah Fatal

“Jazz Parlemen ini adalah bentuk empati dan simpati kami terhadap saudara-saudara yang tertimpa bencana. Dalam acara ini akan dilakukan penggalangan dana amal untuk membantu meringankan beban mereka,” ujar Darmadi, Jumat (30/1).

Selain penggalangan dana, rangkaian Jazz Parlemen juga diisi dengan pameran dan lelang amal karya seniman serta produk lokal. Seluruh hasil donasi dan lelang akan disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan.

Pada puncak acara, DPRD Kabupaten Malang menghadirkan KiaiKanjeng, kelompok musik gamelan yang dipimpin Emha Ainun Najib (Cak Nun). Penampilan KiaiKanjeng akan menyajikan suluk tembang bernuansa humanisme dan spiritualitas, yang dikemas dalam format orkestra gamelan.

BACA JUGA:Pajak Naik, Segini Harga iPhone 15 dan iPhone 16 di iBox Januari 2026

Tak hanya itu, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto, yang kini menjadi tenaga ahli madya Dewan Pertahanan Nasional RI, juga dijadwalkan hadir dalam Jazz Parlemen. Musisi yang juga dikenal sebagai pemikir budaya ini akan menyampaikan refleksi dan pesan-pesan kemanusiaan bernuansa tasawuf.

Melalui Jazz Parlemen, DPRD Kabupaten Malang berharap Rumah Rakyat benar-benar menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, tidak hanya sebagai pusat kegiatan politik, tetapi juga sebagai wadah ekspresi budaya, solidaritas sosial, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan. 

Sumber: