1 tahun disway

Kemiskinan Kota Malang Turun ke 3,85 Persen, Wali Kota: Ekonomi Daerah Menguat

Kemiskinan Kota Malang Turun ke 3,85 Persen, Wali Kota: Ekonomi Daerah Menguat

Wali Kota Malang Saat Menyampaikan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang j--

BLIMBING, DISWAYMALANG.ID–Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan capaian positif pembangunan daerah, dengan tingkat kemiskinan Kota Malang tercatat turun hingga di angka 3,85 persen, sekaligus menjadi terendah ketiga di Jawa Timur. Capaian tersebut disampaikan dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Malang Tahun 2027 di Hotel Malang pada Rabu (28/1).

Wahyu Hidayat mengatakan, penurunan angka kemiskinan tersebut menunjukkan efektivitas kebijakan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:Intip Deretan Set Terbesar Dunia dalam Rangka Hari LEGO Internasional 28 Januari

“Angka kemiskinan Kota Malang terus menurun dan saat ini berada di posisi yang cukup baik dibandingkan daerah lain di Jawa Timur,” ujar Wahyu Hidayat.

Selain kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang juga mengalami penurunan dan berada di angka 5,69 persen. Wahyu menjelaskan, data pengangguran di Kota Malang perlu dibaca secara komprehensif karena karakter ketenagakerjaan daerah yang didominasi sektor informal dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, banyak warga usia produktif yang bekerja di sektor nonformal, ekonomi kreatif, hingga berbasis teknologi, namun belum seluruhnya tercatat dalam data ketenagakerjaan formal.

BACA JUGA:Selecta Siapkan Event Lebaran, Adakan Dino untuk Jalan dengan Pengunjung

“Banyak yang bekerja di sektor informal, ekonomi kreatif, hingga berbasis teknologi. Bahkan sebagian memiliki penghasilan di atas rata-rata sektor formal,” jelasnya.

Sebagai kota pendidikan, Wahyu menyebut Kota Malang memiliki keunggulan dalam pengembangan talenta muda kreatif. Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika, sektor ekonomi kreatif Kota Malang menjadi salah satu yang paling menonjol secara nasional setelah Jakarta.

Dari sisi makro ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Malang pada triwulan III 2025 tercatat mencapai 6,29 persen. Sementara itu, Gini Ratio Kota Malang tahun 2025 menurun menjadi 0,372, yang menunjukkan berkurangnya ketimpangan pendapatan masyarakat.

BACA JUGA:Banjir Bintang di Disney Plus Lewat Sembilan Rekomendasi Drakor Paling Dinanti Tahun 2026

“Capaian ini harus dijaga agar pemerataan kesejahteraan terus meningkat,” tegas Wahyu.

Ia menambahkan, arah pembangunan Kota Malang mengacu pada Perda Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Kota Malang 2025–2029, dengan visi Menuju Kota Malang Mbois dan Berkelas. Visi tersebut dijabarkan dalam empat misi pembangunan serta didukung oleh 10 Program Unggulan (Dasa Bakti Unggulan) Pemkot Malang.

Melalui forum konsultasi publik ini, Wahyu berharap seluruh pemangku kepentingan dapat terlibat aktif dalam penyusunan perencanaan pembangunan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Sumber: