Jagoan Taktik Off-Meta hingga Bingungkan Lawan, Itulah Xepher sang Pelatih Alter Ego
Xepher Sang Master Mind di balik permainan Alter Ego yang mengguncang skena Mobile Legends di perhelatan M7 World Championship 2026. --MPL--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Total 34 hero berbeda digunakan, game win rate 68,4 persen, blue side win rate 72,7 persen, dan red side win rate 62,5 persen. Itulah statistik yang mengarah kepada Xepher, pelatih Alter Ego di M7 World Championship 2026. Dia bikin lawan sulit membaca arah permainan.
Xepher mungkin terdengar baru di dunia publik Mobile Legends nasional. Namun di panggung esports internasional, reputasinya telah dibangun jauh sebelum M7 digelar. Xepher adalah Kenny “Xepher” Deo, pemain profesional Dota 2 asal Indonesia yang mencatat sejarah sebagai salah satu wakil Merah Putih di ajang The International, turnamen Dota 2 paling prestisius di dunia.
Perjalanan karier Xepher dimulai dari skena Dota 2 Asia Tenggara, sebuah ekosistem yang terkenal keras dan kompetitif. Ia dikenal sebagai pemain support dengan pemahaman makro yang kuat, disiplin dalam eksekusi, serta kemampuan membaca tempo permainan.

Xepher (dua dari kiri) adalah pemain support yang melegenda dengan Rubick-nya di skena Dota 2. --esportsnesia--
Namanya mulai dikenal luas ketika bergabung dengan TNC Predator, organisasi esports asal Filipina yang kala itu sedang menanjak di level global.
BACA JUGA:Prediksi Grand Final M7 MLBB: Alter Ego vs Aurora Gaming PH, Jadwal dan Cara Nonton Live
Bersama TNC Predator, Xepher mencicipi panggung The International, pengalaman yang membentuk karakter kompetitifnya. Di level ini, setiap kesalahan kecil bisa berujung kekalahan fatal.
Tekanan tinggi, adaptasi cepat terhadap meta, serta kemampuan membaca draft lawan menjadi menu sehari-hari. Nilai-nilai inilah yang kemudian ia bawa ketika memutuskan beralih peran dari pemain menjadi pelatih. Keputusan meninggalkan Dota 2 sebagai pemain aktif bukan langkah mudah. Namun Xepher melihat ruang lain yang bisa ia isi. Yaitu membangun sistem, bukan sekadar memainkan game.
Ketika Alter Ego merekrutnya sebagai pelatih, banyak pihak meragukan kecocokan latar belakang Dota 2 dengan Mobile Legends. M7 World Championship 2026 menjadi jawaban atas keraguan itu.
Di bawah arahan Xepher, Alter Ego tampil dengan identitas yang sulit ditebak. Data penggunaan 34 hero unik sepanjang turnamen mencerminkan fleksibilitas draft yang jarang dimiliki tim lain.
BACA JUGA:Dua Kemenangan Penentuan: Alter Ego Buka Jalan Indonesia ke Grand Final M7
Alter Ego tidak terpaku pada meta baku. Mereka justru kerap membengkokkannya. Dari eksperimen role swap, pemilihan hero non-konvensional, hingga pendekatan agresif sejak early game, semua diramu dalam satu benang merah: ketidakpastian bagi lawan.

Begitu aneh namun berhasil, itulah kalimat yang menggambarkan bagaimana Alter Ego di M7 World Championship. --MPL--
Pendekatan ini tak lepas dari latar belakang Dota 2 Xepher, di mana draft adalah medan perang pertama sebelum pertandingan dimulai. Ia memandang Mobile Legends bukan sekadar adu mekanik, melainkan permainan informasi dan momentum.
Blue side win rate Alter Ego yang menyentuh 72,7 persen menunjukkan bagaimana mereka memaksimalkan keuntungan draft awal. Sementara red side win rate 62,5 persen menegaskan bahwa tim ini tetap solid meski berada dalam posisi kurang ideal.
Namun kontribusi Xepher tidak berhenti di papan taktik. Ia juga berperan besar dalam membentuk mentalitas tim. Alter Ego di M7 dikenal sebagai tim yang tidak mudah runtuh meski tertinggal.
BACA JUGA:Alter Ego Kalahkan Team Spirit 3-1 di M7 23 Januari 2026, Ini Analisis Kemenangannya
Mereka berani mengambil risiko, membaca celah kecil, lalu membalikkan keadaan. Pola ini mencerminkan filosofi Dota 2 level tinggi, yang mana satu teamfight bisa mengubah arah pertandingan sepenuhnya.
Xepher juga dikenal sebagai pelatih yang memberi ruang bagi pemain untuk berekspresi. Ia tidak memaksakan satu sistem kaku.
Setiap pemain Alter Ego diberi kebebasan mengeksplorasi hero dan gaya bermain, selama tetap berada dalam kerangka besar tim. Hasilnya adalah permainan yang cair, dinamis, dan sering kali membuat lawan salah langkah.
Di luar panggung pertandingan, Xepher tampil low profile. Ia jarang melontarkan pernyataan bombastis. Fokusnya tetap pada proses dan eksekusi. Sikap ini menular ke dalam tim, membentuk Alter Ego sebagai skuad yang tenang menghadapi tekanan besar M7 World Championship.
BACA JUGA:Alter Ego Harapan Terakhir Indonesia di M7 World Championship 2026, Jadwal Laga 23 Januari Hari Ini
Kini, di M7 World Championship 2026, Xepher tidak lagi sekadar mantan pemain Dota 2 Indonesia. Ia telah menjelma menjadi salah satu pelatih paling menarik di skena Mobile Legends global.
Statistik, strategi, dan keberanian melawan arus meta menjadi warisan yang ia bangun bersama Alter Ego. X-Factor itu bukan sekadar julukan, melainkan cerminan dari pengaruh nyata seorang Xepher di balik layar.
Sumber: harian.disway.id
