Pendeta Usia 77 Tahun Asal NTB Bersyahadat di Masjid Al Akbar Surabaya
Seorang pendeta asal NTB mengikrarkan masuk Islam di Masjid Al Akbar Surabaya pada awal Sya’ban 1447 Hijriah.-Dok. Masjid Al Akbar Surabaya---
SURABAYA, DISWAYMALANG.ID–Hartono, pendeta berusia 77 tahun asal Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, ikrar masuk Islam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat, 23 Januari 2026. Hartono mengikuti prosesi ikrar dipandu oleh Imam Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Ustaz KH Muhammad Husni Mubarak MAg.
Dalam suasana khidmat, Hartono melafalkan dua kalimat syahadat dengan lantang dan penuh keyakinan. “Asyhadu alla Ilaaha illallah, wa Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah,” ucap Hartono mengikuti tuntunan Ustaz Husni Mubarak yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Fitrah, Kedinding, Surabaya.
BACA JUGA:Tips Khatam Alquran dalam 1 Bulan, Persiapan Jelang Ramadan 2026
Hartono tidak sendirian saat ikrar masuk Islam, namun bersama seorang mualaf lainnya bernama S Indra. Keduanya menyatakan memeluk Islam atas kesadaran dan keyakinan pribadi tanpa paksaan dari pihak mana pun.
Ustaz Husni Mubarak dalam bimbingannya menekankan bahwa syahadat bukan sekadar rangkaian lafaz, namun kesaksian yang memiliki makna mendalam dan menjadi fondasi utama dalam beragama Islam.
“Dua kalimat syahadat itu bukan hanya lafaz kalimat saja, tapi ada pengetahuan yang harus dipahami dan diyakini bahwa syahadat itu merupakan dua kesaksian, yakni kesaksian tentang ketuhanan dan kesaksian tentang kenabian. Inilah yang membedakan kesaksian dalam Islam dengan agama lain,” jelasnya.
BACA JUGA: Kosmologi Tionghoa: Prediksi Keuangan Tahun Kuda Api 2026
Ia menerangkan bahwa kesaksian ketuhanan merupakan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang Maha Esa. Allah bersifat gaib, namun Maha Sempurna karena menciptakan serta mengendalikan seluruh alam semesta dan tidak menyerupai makhluk ciptaan-Nya.
Sementara itu, dalam kesaksian kenabian, Ustaz Husni Mubarak menegaskan bahwa Allah mengutus para nabi dan rasul sebagai pembawa ajaran-Nya. Risalah tersebut dimulai sejak Nabi Adam dan disempurnakan serta ditutup oleh Nabi Muhammad Saw sebagai nabi terakhir.
Menurutnya, pemahaman terhadap dua kesaksian tersebut menjadi bekal penting bagi para mualaf dalam menjalani kehidupan baru sebagai seorang muslim. Ia juga mengingatkan bahwa proses belajar dan memperdalam ajaran Islam merupakan perjalanan seumur hidup.
BACA JUGA:Penjelasan Lengkap Sudah Bayar Fidyah tapi Masih Harus Ganti Puasa Ramadan
Pada akhir prosesi, Ustaz Husni Mubarak mendoakan agar para mualaf diberikan kekuatan iman dan keistiqamahan dalam menjalankan ajaran Islam. Ia menekankan bahwa keberhasilan seorang muslim bukan diukur dari hal duniawi semata.
“Sukses dalam Islam itu ukurannya tetap dalam iman Islam hingga wafat,” tuturnya.
Prosesi ikrar mualaf di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini rutin dilaksanakan sebagai bagian dari pelayanan keagamaan dan pembinaan umat. Sekaligus menjadi ruang spiritual bagi siapa pun yang ingin mengenal dan memeluk Islam secara sadar dan bertanggung jawab.
Sumber: harian.disway.id
