Tidak Makan Nasi, Ma'ruf Amin Pilih Kentang Keju Bakar Khas Batu
Mantan Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batusaat -panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID–Balai Kota Among Tani Kota Batu untuk kali pertama mendapat kunjungan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia. Adalah mantan Wapres KH Ma’ruf Amin, Jumat (23/1), hadir di sela kegiatannya di Kota Batu.
BACA JUGA:Usai Salat Jumat di Sela Kegiatan di Batu, Ma'ruf Amin Berjabat Tangan dengan Jemaah
Wali Kota Batu Nurochman didampingi Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran mantan orang nomor dua di Indonesia tersebut.
Menurutnya, momen ini sangat luar biasa karena selama Balai Kota Among Tani berdiri, baru kali ini ada mantan wakil presiden yang mampir.
BACA JUGA:Alter Ego Harapan Terakhir Indonesia di M7 World Championship 2026, Jadwal Laga 23 Januari Hari Ini
"Ini yang pertama selama saya menjabat dan baru satu-satunya mantan Wapres yang mampir ke Balai Kota Among Tani. Tentu sebuah kebanggaan beliau berkenan mampir di ruang kerja kami dan menikmati makan siang," ujar Cak Nur, panggilannya, dengan penuh antusias.
BACA JUGA:Booth Fakultas Peternakan UB di Expo Pendidikan UB 2026 Ramai Dikunjungi
Cak Nur berharap kunjungan ini membawa dampak positif dan keberkahan bagi seluruh jajaran pimpinan serta staf yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Batu.
Hal menarik terjadi saat sesi makan siang. Alih-alih menyantap menu nasi, Wapres Ma'ruf Amin justru terkesan dengan salah satu kudapan yang disajikan, yaitu kentang keju bakar.
Sajian tersebut merupakan bentuk promosi potensi daerah, mengingat kentang adalah salah satu komoditas pertanian unggulan dari Kota Batu. Tak disangka, Wapres sangat menikmati hidangan tersebut.
"Beliau sangat terkesan dengan kentang yang kami sajikan. Kentang keju dibakar. Mungkin baru merasakan sajian kentang lokal khas Batu sampai akhirnya beliau tidak makan nasi," ungkapnya.
Penyajian kentang kepada tamu negara memang sudah menjadi standar protokol di Balai Kota Among Tani. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan kekayaan alam Kota Batu kepada setiap tamu penting yang hadir.
Sumber:
