1 tahun disway

99 Persen Jemaah Indonesia Pilih Haji Tamattu, Petugas Haji Harus Paham dan Siap

99 Persen Jemaah Indonesia Pilih Haji Tamattu, Petugas Haji Harus Paham dan Siap

Ilustrasi ibadah haji di Tanah Suci, Mekkah.--Pinterest--

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Diperkirakan, hampir 99 persen jemaah haji asal Indonesia memilih skema ibadah ini, karena dianggap memberikan kemudahan di tengah padatnya jadwal di Tanah Suci. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 harus berperan memperlancarnya.

"Sebagian besar petugas dan 99 persen jemaah kita mengambil Haji Tamattu. Ini yang memberikan kemudahan karena setelah umrah wajib selesai, jemaah bisa melepas pakaian ihram dan beristirahat sejenak sebelum puncak haji di Arafah," ujar Kabag Pengelolaan Hasil Pengawasan dan Pengaduan Masyarakat Itjen Kemenhaj Khalilurrahman dalam Diklat PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Selasa (20/1/2026).

Dia menegaskan, pemahaman mengenai Haji Tamattu bukan hanya penting bagi jemaah, tetapi wajib dikuasai oleh petugas. Dengan demikian, petugas bisa melayani jemaah haji dengan prima dan yang terbaik.

BACA JUGA:Komnas Haji Ingatkan Potensi Gagal Berangkat Ribuan Jemaah Haji Khusus 2026, Kemenhaj dan BPKH Harus Berbenah

Diketahui, Haji Tamattu adalah prosesi ibadah haji ketika seseorang melaksanakan umrah terlebih dahulu, baru kemudian haji. Berbeda dengan Tamattu, Haji Ifrad mendahulukan haji baru umrah (tanpa membayar dam).

sedangkan Haji Qiran melaksanakan keduanya secara bersamaan (dengan dam). Oleh karena itu, PPIH telah memetakan titik-titik krusial selama di Arab Saudi.

Jemaah gelombang pertama akan mengambil miqat di Bir Ali (Masjid Dzulhulaifah) setelah menetap di Madinah selama 8-9 hari. Sementara itu, petugas dan jemaah gelombang kedua yang mendarat di Jeddah akan mengambil miqat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

"Ulama sudah sepakat bahwa miqat di Jeddah sah. Ini memudahkan agar jemaah tidak terburu-buru melakukan niat ihram di atas pesawat yang bergerak sangat cepat," tambahnya.

BACA JUGA:Kemenhaj Sambut Kampung Haji RI di Mekkah, Mencakup Pengelolaan Hotel senilai Rp18T, Bangun 13 Tower, 1 Mal

Untuk memastikan tidak ada jemaah yang tersesat atau terpisah rombongan, PPIH membagi wilayah Makkah ke dalam 11 sektor layanan plus satu sektor khusus Masjidil Haram.

Berikut adalah sebaran hotel jemaah Indonesia berdasarkan wilayah:

  • Sektor 1, 2, 3: Wilayah Syisyah.
  • Sektor 4, 5: Wilayah Raudhah
  • Sektor 6, 7, 8: Wilayah Jarwal.
  • Sektor 9, 10, 11: Wilayah Misfalah.

Khalilurrahman menekankan, petugas harus menguasai peta sektor ini. "Jika ada jemaah tersesat, tugas petugas bukan hanya bertanya, tapi memastikan mereka sampai ke hotel atau bahkan membantu menyelesaikan tawafnya jika mereka lupa jumlah putaran," tegasnya.

Kemudian, terkait menjelang puncak haji, petugas akan dibagi ke dalam tiga Satuan Tugas (Satgas). PPiH yang bertugas di Daker Bandara, pada menjelang puncak haji digeser penugasannya ke Arafah mulai tanggal 7 Zulhijjah.

Sedangkan yang Daker Madinah, kemudian bertugas di Mina. Mereka memastikan tenda, AC, hingga konsumsi siap. Sementara bagi petugas yang di Daker Makkah, bergeser bertugas di Muzdalifah.

Sumber: disway.id