1 tahun disway

Lestarikan Tradisi Leluhur, Dusun Watukidul Ngantang Gelar Bersih Desa Berbalut Wisata Budaya

Lestarikan Tradisi Leluhur, Dusun Watukidul Ngantang Gelar Bersih Desa Berbalut Wisata Budaya

Lestarikan tradisi leluhur, Dusun Watukidul Ngantang gelar Bersih Desa berbalut wisata budaya--

NGANTANG, DISWAYMALANG.ID--Memasuki awal tahun 2026, masyarakat Dusun Watukidul, Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, kembali menghidupkan tradisi leluhur melalui perhelatan Bersih Desa.

Kegiatan yang dipusatkan di punden desa, yakni makam Mbah Kadalan atau Rondo Kawak ini diselenggarakan sebagai bentuk syukur kolektif kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah keselamatan dan kesejahteraan yang melimpah.

BACA JUGA:Wajib Masuk Watchlist! Intip 9 Fakta Unik 'Can This Love Be Translated?', Satukan Kim Seon Ho dan Go Youn Jung

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, namun manifestasi nyata dari upaya menjaga marwah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Di tengah arus modernisasi, masyarakat Dusun Watukidul tetap konsisten menjaga nilai-nilai luhur gotong-royong dan kebersamaan yang menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan Bersih Desa tersebut.

Empat Hari Perayaan Seni dan Budaya

Kemeriahan Bersih Desa kali ini berlangsung selama empat hari berturut-turut dengan rangkaian acara yang padat akan nilai filosofis. Berbagai kesenian tradisional ditampilkan untuk menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat. Mulai kirab budaya yang memamerkan kreativitas warga, kesenian Bantengan yang atraktif, hingga seni Tayub yang menjadi ciri khas kemeriahan tradisi lokal di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Produk Lokal Malang EMBA, Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Event Lari 2026

Selain hiburan, aspek spiritual juga tetap menjadi inti dari kegiatan ini melalui penyelenggaraan Slametan Desa. Ritual doa bersama ini dipimpin oleh tokoh adat setempat dengan tujuan memohon perlindungan, ketenteraman, serta kemakmuran bagi seluruh penduduk desa di masa mendatang.

Simbol Syukur dalam Kirab Kambing Kendit

Puncak perhatian pengunjung tertuju pada tradisi unik yang menjadi magnet utama acara, yakni Kirap Kambing Kendit dan Encek-Encekan. Ritual ini mengandung makna simbolis yang mendalam sebagai persembahan syukur masyarakat atas hasil bumi dan kedamaian hidup.

BACA JUGA:Jadwal 16 Besar Liga 4 Kapal Api Jawa Timur

Prosesi kirab yang membawa gunungan dan sesaji ini tidak hanya diikuti oleh warga setempat, tetapi juga berhasil menarik perhatian wisatawan yang mencari pengalaman budaya autentik. Potensi wisata berbasis kearifan lokal ini pun mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Malang.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni dan budaya, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang memberikan bantuan fasilitasi senilai Rp7.000.000 untuk menyukseskan gelaran ini.

Mendorong Pariwisata Berbasis Tradisi

Sumber: pemkab malang