Retribusi Parkir Tepi Jalan Tak Penuhi Target, DPRD Kota Batu Heran
Asmadi Ketua Komisi B DPRD Kota Batu-Ist-
BATU, DISWAYMALANG.ID-- Rendahnya capaian retribusi parkir tepi jalan menjadi sorotan DPRD Kota Batu. Pada 2024, Dishub Kota Batu ditargetkan mengumpulkan Rp9 miliar, namun realisasi yang tercapai hanya Rp1,6 miliar.
Sementara pada 2025, target diturunkan menjadi Rp7 miliar, pendapatan yang berhasil dihimpun sebesar Rp1,7 miliar atau hanya meningkat Rp100 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
BACA JUGA:MS GLOW FOR MEN Soccer di Stadion Gajayana Berlangsung Kompetitif, Antusiasme Penonton Tinggi
Ketua Komisi B DPRD Kota Batu Asmadi menilai kenaikan retribusi yang hanya Rp100 juta pada 2025 sebagai hal yang tidak wajar. Menurutnya, dengan regulasi yang telah disusun serta pengawasan yang dilakukan, capaian pendapatan seharusnya bisa meningkat lebih besar.
“Ini jelas janggal karena hanya naik Rp100 juta. Perda sudah kami buat, pengawasan juga sudah dilakukan. Kalau eksekutif dan legislatif tidak berjalan beriringan, tentu hasilnya tidak maksimal," ujar Asmadi, politisi PDIP ini, Sabtu (17/1).
BACA JUGA:Akhdiyat Foundation Cup 2026 Resmi Bergulir, Puluhan Tim Futsal Perebutkan Piala Bergilir
Diungkapkannya, persoalan retribusi parkir tepi jalan telah berkali-kali dibahas melalui rapat dengar pendapat, namun belum menunjukkan hasil yang signifikan.
“Sejak awal kami sudah berkali-kali melakukan hearing terkait retribusi parkir tepi jalan. Dari tahun ke tahun hasilnya selalu tidak sesuai target. Menurut saya, ini persoalan kemauan dan kesungguhan, baik dari juru parkir maupun dari Dishub. Kuncinya harus transparan dan jujur. Kalau tidak seperti itu, target tentu sulit tercapai,” tutur Asmadi.
BACA JUGA:Hujan terus Menerus Akibatkan Tanah Longsor Jalur Batu-Kediri
Pada awal 2026, pihaknya berencana kembali memanggil Dishub Kota Batu guna mengidentifikasi penyebab lain rendahnya realisasi, selain dugaan kebocoran di lapangan.
“Kami akan terus mendorong agar persoalan parkir tepi jalan ini bisa dibenahi. Kami tidak akan lelah menanyakan apa hambatannya karena kondisinya selalu berulang setiap tahun. Percuma jika dewan sudah ngotot mendorong, tetapi eksekutif tidak merespons. Meski tahun ini ada penghematan anggaran, pengelolaan tetap harus dimaksimalkan,” tegasnya.
Sumber:
