1 tahun disway

Rambut Perempuan Rontok di Usia 40 Tahun ke Atas, Segera Periksa ke Dokter!

Rambut Perempuan Rontok di Usia 40 Tahun ke Atas, Segera Periksa ke Dokter!

Rambut rontok merupakan gejala dari masalah kesehatan seseorang. Termasuk bagi perempuan di atas 40 tahun.--freepik.com--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Perempuan kerap mengalami rambut rontok perlahan setelah usia 40 tahun. Kondisi itu bisa menjadi tanda gangguan kesehatan tertentu. Saatnya konsulitasi dengan dokter.

Dokter kulit di India, dr Jangid MD, menjelaskan, rambut rontok bukanlah kejadian acak. Itu merupakan gejala dari masalah yang lebih dalam di dalam tubuh. sama seperti demam yang menandakan adanya penyakit tertentu.

"Seiring bertambahnya usia, siklus pertumbuhan rambut dapat terganggu. Fase pertumbuhan itu seharusnya berlangsung dua hingga tiga tahun," jelasnya dilansir dari India Tv, Kamis (15/1/2026).

Namun, adanya masalah dalam tubuh membuat durasinya memendek drastis. Menjadi hanya beberapa bulan. Sehingga rambut lebih cepat rontok, menipis, dan sulit tumbuh kembali seperti sebelumnya.

BACA JUGA:Tiap Jam Ada 3 Bayi Meninggal di Indonesia, Tiap Dua Jam Seorang Ibu Wafat

Pada perempuan, kondisi itu umumnya tidak menimbulkan kebotakan berbentuk bercak. Rambut rontok lebih sering tampak sebagai penipisan menyeluruh.

Terutama di area belahan dan puncak kepala, yang dikenal sebagai female pattern hair loss dan dipengaruhi oleh perubahan hormon.

Menurut dr Jangid, rambut rontok menjadi tanda peringatan. Apalagi ketika jumlahnya melebihi batas normal.

BACA JUGA:Super Flu di Jawa Timur Terbanyak! Dari 62 Kasus di Indonesia

Ia menyebut bahwa kerontokan hingga sekitar 100 helai rambut per hari masih dianggap wajar. Namun, jika jumlahnya jauh lebih banyak dan berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut patut diwaspadai.

Setelah usia 40 tahun, pemicu yang sering ditemukan meliputi kekurangan zat besi, defisiensi vitamin B12, stres berkepanjangan, serta perubahan metabolisme tubuh.

Ia menegaskan, kulit dan rambut mencerminkan kondisi internal tubuh. Sehingga kerontokan berlebihan menandakan adanya masalah yang perlu ditangani dari dalam.

BACA JUGA:Diet Keto Kembali Populer: Cara Kerja Ketosis, Manfaat Medis, Risiko Keto Flu, dan Peringatan Ahli

Ia juga membedakan antara rambut rontok sementara dan permanen. Rambut rontok akibat stres, sakit, atau fluktuasi hormon bersifat sementara. Biasanya membaik dalam dua hingga tiga bulan.

Sementara itu, rambut rontok permanen umumnya berkaitan dengan faktor hormonal yang merusak akar rambut.

Terkait penanganan, Dr Jangid menekankan pentingnya mengatasi penyebab utama. Ia menyebut minoxidil dan terapi PRP dapat membantu pada kasus tertentu. "Namun, harus berada di bawah pengawasan dokter," ungkapnya.

Sebaliknya, ia menegaskan bahwa sampo, minyak, atau serum rambut tidak dapat menumbuhkan rambut baru karena hanya bekerja di permukaan kulit kepala.

BACA JUGA:Kemnaker Kembali Buka 100 Ribu Kuota Pemagangan Nasional, Peserta Digaji Setara UMP

Rambut rontok setelah usia 40 tahun memang umum. Tetapi bukan sesuatu yang harus diterima tanpa upaya. Mengenali penyebab sejak dini akan memberi perempuan kendali lebih besar atas kondisi rambut mereka.

Sumber: harian.disway.id