Lewat Kombinasi Objektif dan Split Push, Aurora Gaming Kalahkan EVIL Esports di MLBB M7 World Championship
Statistik pertandingan Aurora Gaming dengan EVIL Esports di M7 Championship 2026 pada 13 Januari 2026. --MPL--
MALANG, DISWAYMALANG.ID—Aurora Gaming (AUR) taklukkan EVIL Esports (EVIL) dari Singapura dalam best-of-one Swiss Stage M7 World Championship 2026. Acara berlangsung Selasa, 13 Januari 2026, di MPL Arena, Jakarta Barat.
Pertandingan ini menjadi salah satu decisive match yang menentukan arah posisi kedua tim dalam fase awal turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) paling bergengsi di dunia.
Swiss Stage M7 sendiri mempertemukan 16 tim dari berbagai region dalam format tiga kemenangan memastikan tiket ke Knockout Stage,. Sementara tiga kekalahan berujung eliminasi dari kompetisi tingkat dunia ini.
BACA JUGA:Baroque Works Jadi Ancaman Utama,One Piece Live Action Season 2 Resmi Dirilis
Queue pertandingan antara Aurora dan EVIL menunjukkan tempo permainan yang cepat dan berliku. Memadukan agresivitas tim Filipina–Turki tersebut melawan disiplin tim Singapura yang lebih berhati-hati. Game ini berlangsung selama 17 menit 58 detik.
Aurora berhasil memaksimalkan sejumlah momen objektif penting seperti Turtle dan Lord untuk membuka map dan meraih kontrol permainan.
Keunggulan ini ternyata cukup bagi Aurora untuk mengunci kemenangan penting dan membawa EVIL ke posisi 2–1. Memaksa mereka masih harus berjuang di bracket eliminasi Swiss Stage.
BACA JUGA:Terungkap, Regenerasi Abadi Holy Knights di One Piece Ternyata Bisa Ditembus
Saling Serang dan Kontrol Objektif

Jual beli serangan terjadi saat early game pada pertandingan Aurora Gaming dan EVIL Esports di M7 World Championship. --MPL--
Pertandingan dimulai dengan persaingan ketat, terutama pada fase awal ketika First Turtle menjadi rebutan kedua tim.
EVIL sebenarnya sempat mengamankan Turtle pertama lewat Seilah (Valentina), meski Aurora segera membalas lewat kill penting pada Seilah dan Gear (Sora) oleh Lunar (Uranus).
Ini memperlihatkan strategi EVIL yang ingin memaksimalkan kemampuan individu hero untuk mendapatkan objektif, namun tempo permainan menunjukkan Aurora memiliki keunggulan komposisi team fight yang lebih baik.
Set up Turtle kedua memunculkan pertarungan lanjutan yang memperlihatkan dominasi skill dari pemain EVIL, khususnya Gear yang tampil impresif dengan Torent Sora, namun Aurora mampu mempertahankan posisi dan tembak objektif lebih efisien.
BACA JUGA:Digimon Story: Time Stranger Pecah Rekor Pemain Aktif Serentak, Best Seller Berhari-hari
Pertukaran serangan selama set up ini sempat membuat skor objektif mendekat. Tetapi ketidakmampuan EVIL menjaga konsistensi rotasi memberi celah bagi Aurora untuk mengambil momentum.
Selain itu, Turtle ketiga dimenangkan oleh Tienzy (Lancelot) dari Aurora, yang membuka peluang semakin besar bagi tim tersebut untuk mengambil Lord pertama.
Permainan Aurora mulai memuncak ketika Lord muncul, dan setelah pertarungan di area base defense EVIL, Aurora memaksimalkan posisi mereka di peta.
Clash besar di menit-menit akhir memperlihatkan duel intens antara kedua tim, dengan sejumlah pertarungan 4v5.
BACA JUGA:Gamer Indonesia Banjiri Game TheoTown, Bangun Mie Gacoan hingga Demo Tukang Parkir
Mamun Aurora unggul secara mikro dan macro play. Walau EVIL sempat memberikan perlawanan, termasuk spawn pick penting oleh Gear terhadap Rosa (Pharsa) dari Aurora, momentum tetap berpihak pada tim Filipina–Turki tersebut.

Sigibum berhasil mengamankan kemenangan di M7 World Championship. --MPL--
Salah satu momen penentu adalah kemampuan Sigibum (Claude) mengatur split push di lane bersamaan dengan team fight berkelanjutan di lahan Lord.
Dengan fokus pada objektif, Aurora tidak hanya menjegal pertahanan EVIL, tetapi juga memotong jalur rotasi balik lawan.
BACA JUGA:Bakso Malang Anomalies: Game Horor Indonesia di Roblox yang Viral di Dunia Internasional
Itu membuat EVIL kehilangan posisi aman di peta. Kesalahan positioning dari EVIL. Terutama ketika Aurora mendominasi pergerakan mid dan side lane. Berujung pada tiga objektif besar yang dipegang Aurora dan akhirnya menghancurkan base EVIL pada menit ke-18.
Dalam statistik kill-death-assist (KDA), beberapa pemain EVIL seperti Aether (Joy) melakukan beberapa upaya untuk menjaga lane, namun kombinasi penguasaan peta dan koordinasi tim Aurora menjadi faktor kunci yang membuat EVIL harus tampil defensif sejak pertengahan pertandingan.
Kesulitan EVIL dalam mempertahankan tempo serangan serta kurangnya rotation synergy terutama di late mid-game membuat mereka gagal mengimbangi agresivitas Aurora, yang akhirnya menutup permainan melalui Lord push dan perlawanan yang terkoordinasi.
Kemenangan AUR atas EVIL membawa dampak signifikan di Swiss Stage. EVIL sekarang berada di posisi 2–1 setelah kekalahan ini, yang mengharuskan mereka memenangkan sisa pertandingan untuk tetap berada di kompetisi.
BACA JUGA:Setan-Setan Seram di Game Roblox Bakso Malang Anomalies
Sementara Aurora terus melaju menuju ambang kelolosan Knockout Stage. Format Swiss menuntut konsistensi, dan setiap laga kini berperan besar dalam peluang tim menembus fase selanjutnya.
Dengan performa permainan tim yang matang, Aurora menetapkan diri sebagai ancaman serius dalam perebutan tiket ke babak playoff, sementara EVIL harus mengatur ulang strategi dan mempertahankan momentum di laga berikutnya agar tetap berada di jalur kompetitif turnamen ini.
Sumber:
