Program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang Tetap Berjalan selama Ramadan, Menu Disesuaikan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi --
BLIMBING, DISWAYMALANG.ID—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Pemerintah Kota Malang menyiapkan skema khusus agar distribusi makanan bergizi kepada sasaran tetap terlaksana tanpa mengganggu ibadah puasa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan Hariyadi mengatakan, pelaksanaan MBG saat Ramadan akan menyesuaikan ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Informasi dari BGN, MBG tetap berjalan saat Ramadan. Hanya saja menunya disesuaikan, bukan menu basah, tetapi menu kering atau makanan yang bisa dibawa pulang dan tetap memenuhi standar gizi,” ujar Slamet, Minggu (11/1).
Ia menjelaskan, menu MBG selama Ramadan antara lain berupa telur rebus, sayuran tanpa kuah, serta makanan bergizi lain yang tidak mengganggu pelaksanaan puasa. Proses pengadaan bahan pangan dan pendistribusian tetap berjalan seperti biasa.
BACA JUGA:Segarnya Sumber Jenon: Destinasi Wisata Air yang Jernih di Kecamatan Tajinan
Untuk memastikan kelancaran program, Pemkot Malang telah membentuk Satuan Tugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Satgas SPBG) yang melibatkan lintas perangkat daerah dan seluruh kepala SPBG di Kota Malang.
“Satgas ini dibentuk agar kebutuhan dapur-dapur SPBG dapat terpantau dan terpenuhi dengan baik, sekaligus mempermudah koordinasi jika ada kendala di lapangan,” jelasnya.
BACA JUGA:Bupati Malang Pimpin Aksi Tanam Pohon dan Resmikan Wisata Lembah Ken Arok
Dispangtan Kota Malang juga mendorong sinergi antara SPBG dan Koperasi Merah Putih (KMP) di tingkat kelurahan. Kebutuhan bahan pangan dapur SPBG diarahkan untuk dipenuhi melalui koperasi sebagai upaya mendukung dua program strategis nasional, yakni pemenuhan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
“SPBG fokus pada pemenuhan gizi, sementara Koperasi Merah Putih mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ini sinergi yang saling menguatkan,” tegas Slamet.
BACA JUGA:Gedung Parkir Kajoetangan Dapat Respons Positif, Pengunjung Apresiasi Parkir Gratis
Dalam pelaksanaannya, Dispangtan bertugas sebagai koordinator, pembina, sekaligus evaluator SPBG. Satgas SPBG sendiri melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Perizinan, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Terkait capaian, Slamet menyebutkan target 84 dapur SPBG di Kota Malang. Hingga saat ini, 47 SPBG telah beroperasi, dengan jumlah sasaran penerima bervariasi sesuai petunjuk teknis, yakni minimal 1.000 dan maksimal hingga 3.500 sasaran per SPBG.
Sumber:
