1 tahun disway

11 Januari Hari Tuli Nasional, Momentum Perjuangan Kesetaraan, Identitas, dan Aksesibilitas Komunitas Tuli

11 Januari Hari Tuli Nasional, Momentum Perjuangan Kesetaraan, Identitas, dan Aksesibilitas Komunitas Tuli

Hari Tuli Nasional diperingati setiap 11 Januari sebagai simbol perjuangan komunitas tuli dalam menegaskan identitas, hak, dan kesetaraan di Indonesia.--getty images

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Setiap tanggal 11 Januari, Indonesia memperingati Hari Tuli Nasional. Sebuah momentum penting bagi komunitas tuli untuk menegaskan identitas, memperjuangkan hak, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesetaraan dan aksesibilitas. Peringatan ini bukan sekadar simbolik, melainkan refleksi atas perjalanan panjang kaum tuli dalam memperoleh pengakuan sebagai bagian setara dari masyarakat Indonesia.

Hari Tuli Nasional menjadi ruang untuk menyuarakan bahwa perbedaan cara berkomunikasi bukanlah keterbatasan. Melainkan bagian dari keberagaman manusia yang harus dihormati dan difasilitasi.

Sejarah Penetapan Hari Tuli Nasional

Penetapan Hari Tuli Nasional merupakan hasil keputusan Rapat Kerja Nasional Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia yang diselenggarakan pada September 2017. Melalui forum tersebut, komunitas tuli secara kolektif menetapkan tanggal 11 Januari sebagai hari peringatan nasional yang merepresentasikan sejarah dan perjuangan mereka.

BACA JUGA:Hari Braille Sedunia 4 Januari, Momentum Mendorong Akses Informasi Inklusif bagi Tunanetra

Tanggal 11 Januari dipilih karena bertepatan dengan lahirnya organisasi tuli pertama di Indonesia, yakni Sekatubi atau Serikat Kaum Tuli-Bisu Indonesia. Sekatubi menjadi tonggak awal gerakan kaum tuli dalam memperjuangkan pengakuan identitas, hak pendidikan, hak pekerjaan, serta akses terhadap informasi dan layanan publik.

Keberadaan Sekatubi pada masanya mematahkan stigma bahwa kaum tuli tidak mampu berorganisasi dan berjuang secara mandiri. Organisasi ini membuka jalan bagi lahirnya berbagai komunitas dan gerakan tuli di Indonesia yang terus berkembang hingga kini.

Makna Hari Tuli Nasional

Hari Tuli Nasional dimaknai sebagai sarana edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu yang dihadapi komunitas tuli. Salah satu fokus utama peringatan ini adalah pentingnya aksesibilitas, seperti penggunaan bahasa isyarat, juru bahasa isyarat, teks tertulis, serta teknologi pendukung komunikasi.

BACA JUGA:Mengenal Ungu, Warna Mewah yang Dahulu Lebih Berharga dari Emas

Selain itu, peringatan ini juga menegaskan bahwa kaum tuli memiliki budaya, bahasa, dan identitas yang khas. Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO), misalnya, dipandang bukan sekadar alat bantu komunikasi, melainkan bahasa alami yang menjadi bagian dari identitas budaya komunitas tuli.


Peringatan Hari Tuli Nasional menjadi ruang edukasi publik tentang bahasa isyarat, aksesibilitas, serta pengakuan budaya dan identitas komunitas tuli.--getty images

Melalui Hari Tuli Nasional, komunitas tuli terus menguatkan advokasi agar hak-hak mereka diterima secara utuh dalam kehidupan bermasyarakat. Baik dalam pendidikan, dunia kerja, layanan kesehatan, maupun ruang publik lainnya.

Tantangan dan Perjuangan yang Berlanjut

Meski kesadaran publik mulai meningkat, tantangan masih dihadapi kaum tuli di Indonesia. Minimnya akses juru bahasa isyarat, keterbatasan informasi yang inklusif, serta stigma sosial masih menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama.

Hari Tuli Nasional menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai. Dukungan dari pemerintah, institusi pendidikan, media, dan masyarakat luas sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif bagi semua.

BACA JUGA:Studi Terbaru, Bulan Titan Saturnus Mungkin Tak Memiliki Samudra Bawah Tanah seperti Dugaan Sebelumnya

Sumber: arsip organisasi komunitas tuli indonesia