1 tahun disway

Puluhan Penyair Jatim Baca Puisi di Haul ke-16 Gus Dur di Kota Batu

Puluhan Penyair Jatim Baca Puisi di Haul ke-16 Gus Dur di Kota Batu

Para Penyair dari berbagai Kota/Kabupaten yang ada di Jatim berkumpul peringati Haul Gus Dur ke 16 di Kota Batu.-panca rp-

BATU, DISWAYMALANG.ID--Rangkaian Haul KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) pada Jumat (9/1) diwarnai pembacaan puisi yang dikoordinasi oleh Satupena Jawa Timur. Acara yang bertempat di Aula Hasyim Asy'ari, PC NU Kota Batu, ini diikuti oleh pencipta dan pembaca puisi se Jawa Timur.

Ketua panitia haul ke-16 Gus Dur, Yuli Efendi Masud, mengatakan semangat dalam menggelar haul ini bukanlah sekadar ritual tahunan. Namun sebuah panggilan jiwa yang terus menggelora. 

BACA JUGA:Budayawan dan Seniman Kecamatan Bumiaji Dirikan Labuni Bumiaji

Dari awal, kegiatan haul dirancang sebagai ruang terbuka yang mengundang seluruh lapisan masyarakat Kota Batu untuk menyalurkan kecintaan terhadap Gus Dur. 

“Alhamdulillah, sejak beberapa tahun silam, kami menjaga agar acara ini menjadi milik semua. Mulai anak muda hingga para orang tua. Ini bukan sekadar mengenang, namun merayakan nilai-nilai luhur yang diajarkan Gus Dur,” ujar Yuli dengan penuh keyakinan.

BACA JUGA:Ratusan Pecinta Gus Dur di Kota Batu Gelar Doa Bersama Lintasagama

Ke depan, harapnya, soliditas ini semakin kuat. Aula Hasyim Asy'ari tempat acara berlangsung menjadi monumen semangat dan keberanian Gus Dur dan semua terus diwarisi harapan dan optimisme.

Sementara itu koordinator acara yang juga Ketua Satupena Jawa Timur Akaha Taufan Aminudin menyampaikan Gus Dur adalah sosok inspiratif dari segala sendi kehidupan. Maka menurutnya, haul Gus Dur bukan sekedar peringatan tapi momen ini untuk menjalin kehidupan berbangsa, persaudaraan dan kerukunan.

Dalam acara tersebut, juga digelar pembacaan mocopat.  Ki Sutopo melantunkan mocopat.

BACA JUGA:Ratusan Pecinta Gus Dur di Kota Batu Gelar Doa Bersama Lintasagama

Sementara deretan nama lainnya membacakan puisi dan esai puisi. Antara lain Eko Windarto, Ingit Mareta, Pendeta, Naseh, Mad Belin, Ki Sutopo, Zainul Mustakim, Jazuli, Panca Rahmad Pamungkas, Camat Bumiaji Thomas Maido, Akaha Taufan Aminudin, dan Yani Andoko, 

Ada juga penyair Jawa Timur seperti Ali Surakhman (Lumajang), Sulhan Wahid (Banyuwangi), dan Zainul Muttaqin (Lamongan), 

Sumber: