Libur Panjang, Sejumlah Mahasiswa UIN Malang Pilih Bertahan di Kota Malang, Ini Ragam Alasannya
--
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID — Tidak semua mahasiswa memilih pulang ke kampung halaman saat masa libur panjang seperti saat ini. Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang justru memutuskan menetap di Kota Malang, dengan beragam pertimbangan mulai keterbatasan aktivitas di rumah, urusan pekerjaan, hingga agenda pribadi bersama teman.
Pantauan di sejumlah kawasan sekitar kampus UIN Malang menunjukkan aktivitas mahasiswa masih terlihat di rumah kos dan area publik. Sebagian dari mereka tampak menjalani rutinitas harian seperti biasa, meski sebagian besar mahasiswa lain telah kembali ke daerah asal.
BACA JUGA : Perbaikan Jalan Menuju Kampus 3 UIN Malang Permudah Akses dan Mobilitas Mahasiswa
Althof, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara asal Nganjuk, mengaku memilih tetap berada di Malang karena tidak memiliki aktivitas berarti jika pulang ke rumah. Menurutnya, bertahan di kota perantauan justru terasa lebih produktif.
“Sama aja, di rumah nggak ada kegiatan juga soalnya,” ujar Althof saat ditemui Disway pada Kamis, 8 Januari 2026.
BACA JUGA:Resmi Tersangka Kasus Pornografi, Yai Mim Janji Kooperatif Jalani Proses Hukum
Alasan ekonomi dan tanggung jawab kerja juga menjadi faktor yang membuat mahasiswa enggan pulang kampung. Aldaffa, mahasiswa Tadris Bahasa Inggris asal Kalimantan, menyebut tingginya biaya perjalanan menjadi salah satu pertimbangan utama.
“Selain tiket mahal, di Malang juga ada tanggungan kerja,” ungkapnya.
BACA JUGA : Inovasi Aplikasi Penyewaan Barang UBORO Karya Mahasiswa UIN Malang Raih Bronze Prize di Seoul
Sementara itu, bagi sebagian mahasiswa lain, masa libur justru dimanfaatkan untuk memperkuat relasi pertemanan. Shalsa, mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, memilih tidak pulang kampung karena telah merencanakan agenda liburan bersama teman-temannya di Malang.
“Nggak pulang soalnya ada agenda liburan sama temen-temen. Mumpung masih muda,” katanya.
Fenomena mahasiswa yang memilih menetap di kota studi dinilai semakin umum. Terutama mereka yang berasal dari luar Pulau Jawa atau daerah dengan akses transportasi terbatas. Selain faktor biaya, kenyamanan lingkungan, fleksibilitas waktu, serta ketersediaan aktivitas menjadi alasan kuat untuk tetap tinggal.
BACA JUGA:Butuh RAM hingga 32 GB, Game James Bond: 007 First Light Dinilai Berat
Keberadaan mahasiswa selama masa libur juga memberi dampak tersendiri bagi kehidupan kota. Aktivitas di kawasan kos, warung makan, hingga tempat kerja paruh waktu tetap berjalan meski jumlah mahasiswa tidak sebanyak hari aktif perkuliahan.
Sumber:
