1 tahun disway

Warga Sabrang Bendo, Kota Batu Wujudkan Rasa Syukur dengan Bekti Bumi

Warga Sabrang Bendo, Kota Batu Wujudkan Rasa Syukur dengan Bekti Bumi

Robiyan ketua Perkumpulan Pemerhati Budaya Nusantara saat berdoa di sumber DEMUN-panca rp-

BATU, DISWAYMALANG.ID--Warga Sabrang Bendo, Giripurno Kota Batu mengadakan Bekti Bumi, sebagai rasa syukur atas 13 pertemuan antara warga dengan yayasan Al Hikmah, yang dilaksanakan Rabu (7/1) di Sumber Rebun, Sumber Samin, dan Sumber Demun. Acara tersebut menjadi simbol harmonisasi antara tradisi, kelestarian alam, dan perjuangan hak masyarakat.

Bekti Bumi tahun ini memiliki makna khusus. Ritual tersebut tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi merupakan bentuk syukur nyata atas dikembalikannya sejumlah mata air dan fasilitas umum di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Unisma Jadi Tuan Rumah Kick-Off Satu Abad NU, Rektor Tegaskan Komitmen Khidmah dan Penguatan Global

Ritual diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di tiga titik mata air yang vital bagi kehidupan warga: Sumber Rebun, Sumber Samin, dan Sumber Demun. Pemilihan lokasi ini menegaskan esensi upacara sebagai penghormatan kepada alam yang telah memberikan kehidupan.

Sudarsono, salah satu tokoh masyarakat Sebrang Bendo menegaskan dimensi sosial dan keinginan dari peristiwa ini. “Ini adalah puncak dari perjuangan kami. Ke depan diharapkan tidak hanya fungsi mata air yang terjaga, namun juga komitmen bersama untuk mengelolanya secara berkelanjutan," ujarnya.

BACA JUGA:Pipa 10 Dim Jebol, Berdampak pada 5.000 Pelanggan Air Bersih

Hasil dari penyembelihan hewan kurban juga akan didistribusikan secara merata ke seluruh warga. "Juga akan digelar pengajian, untuk memperkuat tali silaturahmi dan rasa kebersamaan,” ujar Sudarsono.

Ketua Umum Perkumpulan Pemerhati Budaya Nusantara (PPBN) Robiyan, yang hadir pada acara tersebut, menjelaskan makna filosofis di balik ritual.

BACA JUGA:Dalam waktu Bersamaan, di Kota Batu Terjadi Dua Banjir usai Hujan Ekstrem

“Bekti Bumi adalah media penghubung antara manusia dengan pencipta dan alam sekitarnya. Dengan adanya Bekti Bumi ini, kami berharap tradisi lokal yang sarat nilai konservasi ini tetap lestari di tengah modernisasi. Lebih dari itu, upacara tahun ini adalah mengingatkan bahwa kearifan lokal dan advokasi masyarakat dapat berjalan beriringan untuk menjaga sumber kehidupan,” jelas Robiyan.

Sumber: