Warga Ingin Penutupan Sementara Jalur Klemuk Dilanjutkan
Rambu larangan melintasi jalur Klemuk-panca rp-
BATU DISWAYMALANG.ID--Setelah dibuka kembali usai ditutup sampai 31 Desember 2025, Jalur Klemuk makan korban. Terjadi kecelakaan lalu lintas, Sabtu (3/1), pengendara masuk selokan yang mengakibatkan patah tulang.
Dari kejadian tersebut beredar video dan foto kejadian di beberapa group WA. Mengusulkan karena kontur jalan yang terlalu terjal sehingga membahayakan pengguna jalan. Namun ada juga yang menetapkan untuk dibuka tapi dengan pembatasan.
Misalnya kendaraan roda 2 yang ke atas boleh, sedangkan yang ke bawah dilarang. "Kalau yang dari bawah boleh pasti ada celah kendaraan dari atas untuk menerobos, maka lebih baik untuk ditutup," kata salah satu netizen.
BACA JUGA:Pro dan Kontra Penutupan Jalur Klemuk, Ada yang Ngotot Cukup Imbauan Saja
Ketua RW 2 Songgokerto Rudi Hartono mengatakan jalur Klemuk memang berbahaya terutama dari arah atas (pujon) ke Batu. Warga Songgoriti pada tahun 2017 menjadi korban, ditabrak oleh Elf.
"Dari kejadian itu masyarakat telah berkomunikasi dengan Kepolisian, Dinas Perhubungan dan beberapa pihak. Saat itu terjadi kesepakatan antara lain pemerintah membuat dua jebakan pasir, penambahan rambu-rambu, serta perbaikan jalan," papar Rudi.
Selian itu, dalam kesepakan, jalan hanya boleh diakses dari bawah (Songgoriti) ke atas (Pujon). Kalau dari atas ke bawah dilarang.
BACA JUGA:Meski Sudah Dilarang Lewat Jalur Klemuk, Masih Banyak Pemotor yang Melanggar
Karena kecelakaan yang terjadi dari atas ke bawah. Hanya saja kalau tidak ada petugas di portal atas maka akan ada pelanggaran," paparnya.
Menurutnya, langkah terbaik saat ini menutup sementara sampai ada kajian dari pemerintah.
"Kajian diperlukan terkait jalan Klemuk, sambil menunggu kajian, alangkah baiknya ditutup sementara agar tidak ada korban. Nanti kalau sudah ada penyelesaian dari kajian tersebut baru dibuka kembali demi keselamatan bersama," ungkapnya.
BACA JUGA:Jalur Klemuk Berbahaya, 31 Desember Ditutup, Google Maps Dinotifikasi Tak Arahkan ke Sana
Diakui, masyarakat Songgoriti sudah capsi mendengar berita kecelakaan. "Selain itu masyarakat Songgoriti sudah banyak berupaya agar meminimkan kecelakaan dengan cara membuat penyelamatan rem blong dengan jebakan pasir. Namun terus saja terjadi," terangnya
Tidak kalah penting langkah pemerintah, untuk menutup rute map di google map harus dilakukan agar kendaraan luar kota tidak terjebak. "Penutupan info map di aplikasi apa pun harus tetap dilaksanakan, sampai jalan Klemuk dinyatakan aman," pungkasnya.
Sumber:
