Deretan Fakta Sejarah Campur Tangan AS di Amerika Latin
Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan ibu negara Cilia Flores dilaporkan ditangkap dalam sebuah operasi dramatis pada dini hari.--X Trump--
MALAMG, DISWAYMALANG.ID--Serangan Amerika Serikat (AS) yang diinisiasi Presiden Donald Trump ke Venezuela kembali membuka arsip lama hubungan Washington dengan Amerika Latin. Tuduhan "penculikan" presiden Venezuela Nicolas Maduro menambah daftar panjang kecurigaan kawasan ini terhadap AS.
Sejak Perang Dingin, sejarah mencatat serangkaian intervensi militer dan dukungan terhadap rezim otoriter.
Berikut rangkuman fakta utama campur tangan AS di Amerika Latin, berdasar catatan kantor berita Agence France-Presse.
1. Guatemala, 1954: kudeta demi kepentingan ekonomi
Pada 27 Juni 1954, Presiden Guatemala Jacobo Arbenz Guzman digulingkan. Ia dipaksa lengser oleh tentara bayaran yang dilatih dan dibiayai Washington. Pemicu utamanya adalah reformasi agraria Arbenz yang mengancam kepentingan United Fruit Corporation, perusahaan AS yang kini dikenal sebagai Chiquita Brands. Pada 2003, AS mengakui peran CIA dalam kudeta tersebut dengan alasan melawan komunisme.
2. Kuba, 1961: kegagalan Teluk Babi
Antara 15–19 April 1961, sekitar 1.400 militan anti-Castro yang dilatih dan didanai CIA mendarat di Teluk Babi, 250 kilometer dari Havana. Operasi itu bertujuan menggulingkan Fidel Castro. Hasilnya gagal total. Lebih dari seratus orang tewas di masing-masing pihak, dan rezim komunis Castro justru menguat.
3. Republik Dominika, 1965: dalih ancaman komunis
AS mengirim Marinir dan pasukan lintas udara ke Santo Domingo pada 1965. Washington mengklaim ada “ancaman komunis”. Tujuannya menumpas pemberontakan yang mendukung Juan Bosch, presiden berhaluan kiri yang telah digulingkan para jenderal dua tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Maduro Ditangkap AS, Mahkamah Agung Venezuela Tunjuk Wapres Delcy Jadi Presiden Interim
4. Tahun 1970-an: menopang kediktatoran militer
Di era Perang Dingin, AS mendukung sejumlah rezim militer sebagai penahan gerakan kiri bersenjata. Washington secara aktif membantu diktator Cile Augusto Pinochet saat kudeta 11 September 1973 yang menggulingkan Salvador Allende. Dokumen AS yang dideklasifikasi pada 2003 menunjukkan Menteri Luar Negeri Henry Kissinger juga mendukung junta Argentina pada 1976. Sedikitnya 10.000 pembangkang Argentina menghilang.
Pada periode yang sama, enam diktator—Argentina, Cile, Uruguay, Paraguay, Bolivia, dan Brasil—berkoordinasi dalam Operasi Condor untuk membasmi oposisi kiri, dengan dukungan diam-diam AS.
5. Amerika Tengah, 1980-an: perang saudara berkepanjangan
Setelah rezim Anastasio Somoza di Nikaragua tumbang pada 1979, Presiden AS Ronald Reagan mengizinkan CIA menyalurkan bantuan USD20 juta kepada kelompok Contra. Dana ini sebagian berasal dari penjualan senjata ilegal ke Iran. Perang saudara Nikaragua yang berakhir 1990 menewaskan sekitar 50.000 orang.
BACA JUGA:Detail Penangkapan Nicolas Maduro, Intelijen AS Pelajari Hewan Peliharaan sampai Buat Duplikat Rumah
Reagan juga mengirim penasihat militer ke El Salvador untuk melawan pemberontakan FMLN. Perang saudara 1980–1992 di negara itu merenggut 72.000 nyawa.
6. Grenada, 1983: Operasi Urgent Fury
Pada 25 Oktober 1983, Marinir dan Rangers AS menyerbu Grenada setelah Perdana Menteri Maurice Bishop dibunuh oleh junta kiri. Washington menyebut pembangunan bandara oleh Kuba sebagai ancaman militer. Atas permintaan Organisasi Negara-Negara Karibia Timur, Reagan meluncurkan Operasi Urgent Fury untuk melindungi sekitar seribu warga AS. Operasi ini dikutuk Majelis Umum PBB dan berakhir dengan lebih dari 100 korban jiwa.
7. Panama, 1989: menjatuhkan Noriega
Presiden George H. W. Bush memerintahkan intervensi militer di Panama usai pemilu yang disengketakan. Targetnya Jenderal Manuel Noriega, mantan mitra intelijen AS yang diburu pengadilan Amerika. Operasi Just Cause melibatkan sekitar 27.000 tentara AS dan secara resmi menewaskan 500 orang, meski LSM menyebut jumlah korban jauh lebih besar.
BACA JUGA:Caracas Diguncang Bom! Amerika Serikat Lancarkan Serangan ke Venezuela, Presiden Maduro Ditangkap!
Noriega kemudian mendekam puluhan tahun di penjara AS sebelum dipindahkan ke Prancis dan Panama.
Jejak-jejak menjelaskan satu hal: bagi Amerika Latin, intervensi AS bukan cerita baru. Venezuela hanyalah bab terbaru.
Sumber: harian.disway.id
