1 tahun disway

Belajar dari Hasan, Menulis 100 Artikel Lebih meski Sibuk 'Ngampus' dan Berorganisasi, Kini Juga Menulis Buku

Belajar dari Hasan, Menulis 100 Artikel Lebih meski Sibuk 'Ngampus' dan Berorganisasi, Kini Juga Menulis Buku

--

MALANG, DISWAYMALANG.ID—Kesibukan organisasi kerap dianggap menjadi penghambat bagi mahasiswa untuk tetap produktif di bidang akademik dan kepenulisan. Namun anggapan tersebut dipatahkan oleh Muhammad Nur Hasan.

Lulusan S1 Prodi Hukum Tata Negara Fakultas Syariah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tahun 2025 ini produktif menulis di tengah padatnya agenda organisasi kampus. Dia telah menulis lebih dari 100 artikel dan terpublikasi di sejumlah media online, mayoritas Kompasiana. Kini dia juga sedang menulis buku perdananya.

Hasan lulus tepat waktu, 8 semester, sejak 2021, meski juga aktif berorganisasi hingga menduduki posisi strategis di kampus. Mulai anggota aktif Himpunan Mahasiswa Jurusan pada 2022, koordinator Dinas Kajian Strategis dan Advokasi Dewan Eksekutif Mahasiswa pada 2023, sampai ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa tingkat Fakultas (DEMA F) pada 2024.

Meski tanggung jawab organisasi menyita banyak waktu dan energi, dunia kepenulisan tidak pernah ia tinggalkan. Baginya, menulis bukan sekadar aktivitas tambahan, tetapi sebuah karya yang memiliki nilai panjang.

“Menulis adalah sebuah karya yang walaupun kita mati pun akan dikenang,” ujar Hasan ditemui Disway Malang, Senin (29/12/2025).

Selain menjadi sarana ekspresi, menulis juga merupakan hobi yang terus ia rawat sejak awal menempuh pendidikan tinggi.Dalam membagi waktu, ia memilih disiplin menempatkan prioritas.

Saat agenda organisasi berlangsung, fokus sepenuhnya ia berikan untuk berkontribusi. Namun di luar itu, waktu senggang dimanfaatkan untuk menulis berbagai topik, mulai dari isu nasional, hukum, hingga tema bebas.

“Ketika ada kegiatan organisasi, saya fokus berorganisasi. Tapi saat ada waktu luang, saya sempatkan untuk menulis,” tuturnya.x

Pengalaman berorganisasi justru memperkaya sudut pandangnya dalam berkarya. Ketertarikannya pada filsafat humanisme membuatnya banyak mengulas persoalan psikologi manusia, pola pikir, hingga cara merespons masalah dalam tulisan-tulisannya. Dinamika organisasi kampus menjadi ruang belajar untuk memahami perilaku manusia dalam situasi nyata.

Ia menegaskan bahwa menulis tidak pernah dikorbankan demi organisasi, maupun sebaliknya. Menurutnya, kunci utama adalah menempatkan setiap peran pada porsinya masing-masing. Meski begitu, tantangan tetap ada, terutama dalam menjaga fokus antara memikirkan persoalan organisasi dan mengembangkan ide tulisan.

Hingga kini, Hasan tengah mengerjakan buku berjudul “Menjadi Manusia yang Solutif”, yang ditulis sejak masa aktif berorganisasi hingga sekarang. Buku ini menjadi refleksi perjalanan berpikir, pengalaman kepemimpinan, serta upaya memahami dan menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial.

Meski telah memasuki dunia kerja sebagai Asisten Jaksa Divisi Tindak Pidana Umum di Kejaksaan Negeri Kota Malang, semangat menulis Hasan tidak surut. Ia tetap aktif mempublikasikan tulisan bertema hukum, filsafat, sosial, dan lingkungan.

Beberapa tulisannya yang banyak dibaca antara lain Hegemoni Warung MaduraWahabi Lingkungan, dan Filsafat Etika.

Kepada mahasiswa lain, ia berpesan agar tidak meninggalkan tradisi membaca dan menulis. Menurutnya, membaca tanpa menulis hanya akan melahirkan kemampuan berbicara tanpa karya. “Membaca dan menulis adalah jantung mahasiswa. Jika salah satu dikesampingkan, hasilnya akan nol,” tegasnya.

Sumber: