1 tahun disway

Pesan Natal 2025, Paus Leo XIV Serukan Hapus Sikap Acuh Tak Acuh terhadap Penderitaan Sesama

Pesan Natal 2025, Paus Leo XIV Serukan Hapus Sikap Acuh Tak Acuh terhadap Penderitaan Sesama

Paus Leo XIV melambaikan tangan dari balkon utama Basilika Santo Petrus setelah menyampaikan pesan dan berkat Urbi et Orbi kepada kota dan dunia sebagai bagian dari perayaan Natal, di Lapangan Santo Petrus di Vatikan pada 25 Desember 2025.-Tiziana FABI-AF--

VATIKAN, DISWAYMALANG.ID–Paus Leo XIV menyerukan umat beriman di seluruh dunia untuk menanggalkan sikap acuh tak acuh terhadap penderitaan sesama. Itu diungkapkannya dalam pesan Natal perdananya sebagai pemimpin Gereja Katolik di Vatikan, 25 Desember 2025.

Dalam pidato tradisional "Urbi et Orbi" yang disampaikannya dari balkon Basilika Santo Petrus, Paus pertama asal AS itu menyoroti berbagai krisis kemanusiaan global.

Mulai konflik di Gaza hingga kemiskinan di Yaman. Juga nasib para migran yang mempertaruhkan hidup demi masa depan yang lebih baik.

Di hadapan sekitar 26 ribu umat yang memadati Lapangan Santo Petrus, Paus Leo XIV menegaskan bahwa dunia hanya dapat berubah jika setiap orang bersedia masuk ke dalam penderitaan orang lain.

Pun, menunjukkan solidaritas nyata kepada mereka yang lemah dan tertindas. “Jika kita sungguh mau masuk ke dalam penderitaan sesama dan berdiri bersama mereka yang lemah dan tertindas, maka dunia akan berubah,” ujarnya.

Pidato Urbi et Orbi, yang secara tradisional merangkum luka dan tantangan dunia, disampaikan usai Misa Natal di dalam Basilika Santo Petrus.


Paus Leo XIV melambaikan tangan kepada umat Katolik di atas mobil kepausan, 25 Desember 2025 di lapangan Basilika Santo Petrus, Vatikan.-Andreas SOLARO-AFP--

Meski sebelumnya hujan turun cukup deras selama misa berlangsung, cuaca mereda saat Paus Leo XIV melakukan tur singkat. Ia mengelilingi lapangan menggunakan kendaraan kepausan sebelum menyapa umat dari balkon basilika.

Hidupkan Kembali Ucapan Natal dalam Berbagai Bahasa

Sorak sorai terdengar ketika Paus Leo XIV kembali menghidupkan tradisi menyampaikan ucapan Natal dalam berbagai bahasa.

Kebiasaan itu sempat ditinggalkan oleh pendahulunya, Paus Fransiskus. Sambutan paling meriah datang saat Paus menyampaikan pesan Natal dalam bahasa Inggris dan Spanyol.

Bahasa Spanyol memiliki makna khusus bagi Paus Leo XIV, mengingat ia pernah lama mengabdi di Peru sebagai misionaris dan kemudian sebagai uskup agung.

Seseorang dari kerumunan umat bahkan meneriakkan “Viva il Papa!” atau “Hidup Paus!” sesaat sebelum Paus Leo XIV kembali memasuki basilika. Ia menanggalkan kacamatanya dan melambaikan tangan untuk kali terakhirnya kepada umat.

Serukan Stabilitas bagi Lebanon, Palestina, Israel, dan Suriah

Dalam pidato tersebut, Paus Leo XIV menyerukan keadilan, perdamaian, dan stabilitas bagi Lebanon, wilayah Palestina, Israel, dan Suriah.

Ia juga mengajak umat berdoa bagi “rakyat Ukraina yang menderita,” serta memohon “damai dan penghiburan” bagi para korban perang, ketidakadilan, ketidakstabilan politik, penganiayaan agama, dan terorisme di berbagai negara. Seperti Sudan, Sudan Selatan, Mali, Burkina Faso, dan Kongo.

Sumber: disway.id