1 tahun disway

Dukung Pertumbuhan Industri Rendah Karbon, Kemenperin Gencarkan Strategi Ini

Dukung Pertumbuhan Industri Rendah Karbon, Kemenperin Gencarkan Strategi Ini

Foto: Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, dalam acara The 6th Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan The 1st Biofuel Co-Creation Task Force Meeting Dok: Tim Humas Kementerian Perindustrian --

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Sebagai upaya untuk mengembangkan industri otomotif nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing global, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana mendorong pengembangan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, hal ini sendiri juga menjadi bagian dari strategi Kemenperin untuk mendorong transformasi menuju kendaraan rendah emisi karbon. Sekaligus memperkuat rantai pasok industri otomotif di dalam negeri.

“Pemerintah berkomitmen kuat untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060, dan komitmen ini didukung penuh oleh Kemenperin melalui program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV),” tutur Setia kepada media di Jakarta, pada Kamis, 13 November 2025.

Dalam hal ini, Setia mengemukakan bahwa program LCEV ini diketahui juga mencakup berbagai teknologi secara komprehensif, termasuk pengembangan mesin fleksibel yang dapat menggunakan biofuel.

“Kami berharap inisiatif-inisiatif ke depan dapat memberikan dampak nyata di seluruh rantai industri, baik hulu maupun hilir, guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan kemakmuran bersama,” pungkasnya.

Kementerian ESDM Tekankan Pentingnya Kolaborasi Lintas Sektor

Di sisi lain, sentimen serupa pun juga turut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi.

Dalam hal ini, Eniya juga turut menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mempercepat adopsi energi bersih.

Menurutnya, dengan adanya kerjasama tersebut, maka target penerapan E10 Pemerintah di tahun 2028 dapat segera terealisasi.

“Saat ini pemerintah melaksanakan berbagai program biofuel seperti biodiesel, bioetanol, bioavtur/SAF, dan green diesel atau hydrotreated vegetable oil (HVO),” ucap Eniya.

“Keberhasilan implementasinya perlu dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam peningkatan infrastruktur pendukung” ucap tambahnya.

Sumber: