Pemkot Malang Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Ribuan Rumah Warga Berada di Zona Rawan
Kegiatan BPBD Kota Malang Penanggulangan Bencana Alam yang di buka oleh Wali Kota Malang--
KEDUNGKANDANG, DISWAYMALANG.ID—Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Amprong, Kecamatan Kedungkandang, Sabtu (15/11). Simulasi dipimpin Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, diikuti jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), relawan kebencanaan, RT/RW, dan ratusan warga dari wilayah rawan bencana.
“Simulasi ini untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab semua pihak. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Relawan dan masyarakat juga harus memahami perannya saat bencana terjadi,” ujar Wali Kota Wahyu.
Wahyu menegaskan, banjir di Kota Malang kerap dipengaruhi tingginya curah hujan serta posisi geografis kota yang berada lebih rendah dari Kota Batu. Limpasan air dari wilayah hulu memperbesar debit sungai dan menambah risiko banjir di sejumlah titik.
“Volume hujan sekarang makin besar. Drainase tidak akan mampu menahan arus jika tidak ditangani menyeluruh. Beberapa titik sudah membaik, tetapi kewaspadaan tetap wajib karena beberapa hari ke depan curah hujan diprediksi tinggi,” kata Wahyu.

Ia juga menyinggung sejumlah titik rawan seperti Jl Soekarno-Hatta, Jl Bondowoso, Metro, dan Jl Sutoyo, yang membutuhkan kesiapsiagaan ekstra.
Ribuan Rumah Warga Berada di Zona Rawan Bencana
Kepala BPBD Kota Malang Prayitno menjelaskan, pihaknya kini memiliki data detail rumah dan warga yang berada di zona rawan bencana. “Setiap rumah kami data. Nama kepala keluarga dan jumlah anggota tercatat lengkap. Ada ribuan rumah yang sudah masuk dalam sistem kami,” ujarnya.
BPBD juga memetakan kawasan rentan banjir dan longsor menggunakan tanda warna merah dan kuning sebagai indikator tingkat risiko. Peta tersebut dibagikan kepada lurah, camat, RT/RW, serta kelompok relawan untuk mempermudah penyusunan langkah darurat.
“Jika bencana terjadi, peta ini menentukan siapa yang paling terdampak, bagaimana evakuasi dilakukan, dan bagaimana distribusi bantuan diprioritaskan,” lanjutnya.
Rangkaian simulasi berlangsung selama beberapa jam, mencakup:
• latihan evakuasi banjir,
• penanganan korban dan pertolongan pertama,
• penyelamatan warga rentan,
• pengaktifan posko darurat,
Sumber:
